Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Gen 25 pada 9–12 Desember 2025.
Bagi ribuan mahasiswa baru yang hadir, acara ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengalaman pertama yang penuh warna dan meninggalkan kesan mendalam.
Qonita, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) asal Tangerang, mengaku terkesima dengan kemeriahan Pesmaba.
Laser Show dan Flashlight Mob menjadi momen favoritnya. Cahaya lampu yang bergerak membentuk berbagai formasi—mulai dari peta Indonesia, lambang garuda, hingga ikon Gedung Kuliah Bersama (GKB) UMM—membuatnya merasa bangga sekaligus haru.
“Ada satu momen yang benar-benar berkesan, saat kami membentuk formasi ‘Pita Hitam’ sambil menyanyikan lagu Ibu Pertiwi. Suasananya hangat sekali, padahal malam itu dingin. Rasanya seperti punya ikatan batin dengan teman-teman baru,” ujar Qonita sambil tersenyum.
Tak jauh berbeda, Suryaindah, mahasiswa baru lain, mengaku sudah menunggu momen Pesmaba sejak berbulan-bulan lalu.
Dia menyebut bahwa Pesmaba UMM tahun ini begitu berbeda. Selain pertunjukan cahaya yang spektakuler, ada pula atraksi khas UMM yang memancing tawa sekaligus kekaguman.
Mahasiswa baru diajak menonton “pacu jalur” ala kampus putih, menggunakan sepeda kayuh bebek ikonik di area danau.
Tak kalah menarik, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Pecinta Alam (Dimpa) turut menyemarakkan acara dengan mengibarkan bendera Maba Gen 25 di tengah danau menggunakan perahu karet.
“Pokoknya ini mood booster banget. Ditambah ada SwanUMM yang lucu, bikin suasana makin cair. Semoga nanti ada banyak pengalaman seru lain selama kuliah di sini,” kata Suryaindah antusias.
Pesmaba juga menjadi awal yang penuh harapan bagi Rauhil Miskiyah, mahasiswi baru Fakultas Psikologi asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, kesungguhan UMM terlihat dari detail acara yang menampilkan kincir angin berputar di heliped, simbol tekad universitas dalam membentuk generasi unggul di bidang ketahanan pangan dan energi—tema besar yang diusung Pesmaba tahun ini.
“UMM serius sekali menyiapkan semuanya. Bagi kami yang datang dari berbagai daerah, ini memberikan semangat bahwa kami tidak salah pilih kampus. Kami disambut dengan hangat dan penuh makna,” ungkap Rauhil.
Dari Tangerang hingga Lombok, kisah para mahasiswa baru Gen 25 ini menunjukkan bahwa Pesmaba UMM lebih dari sekadar pengenalan kampus. Ia menjadi ruang perjumpaan, kebersamaan, sekaligus gerbang awal menuju mimpi-mimpi besar yang akan mereka ukir di kampus putih. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments