Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cerita Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UMM Ajarkan Bahasa Arab di Serawak

Iklan Landscape Smamda
Cerita Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UMM Ajarkan Bahasa Arab di Serawak
Mahasiswa UMM di Sarawak Foto: Humas UMM/PWMU.CO
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa memberikan eksposur internasional pada mahasiswanya. Salah satunya dengan memberangkatkan enam mahasiswanya untuk menjalani program magang internasional di Institut Tahfiz Bintulu, Sarawak, Malaysia. Program yang dilaksanakan Juli-September 2025 ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UMM dengan lembaga pendidikan tahfiz terbesar di Sarawak yakni Institut Tahfiz Bintulu.

Enam mahasiswa terpilih yang diberangkatkan pada Juli lalu adalah Muhammad Alfaridzi, Ameliya Dhalallul Hanan, Yusuf Tirta Ali, Innasatun Nabilatin Nadif, Zakiah Salsabila, dan Khoirul Anam. Mereka berhasil lolos melalui proses seleksi yang ketat.

Adapun program magang ini berfokus pada pengembangan dan pengajaran bahasa Arab kepada para santri di Institut Tahfiz Bintulu. Mahasiswa UMM turut menyusun dan melaksanakan berbagai kegiatan pembelajaran seperti pengajaran mufrodat (kosakata), insya’ (mengarang), muhadatsah (percakapan), hingga kelas multimedia bahasa Arab. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan ujian akhir yang mencakup ujian lisan dan tulis.

Khoirul Anam, salah satu peserta magang yang menjadi perwakilan kelompok, mengaku banyak mendapatkan pengalaman yang berharga. “Melalui program ini, saya dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang selama ini saya pelajari di bangku kuliah dengan suasana baru yakni siswa luar negeri, Ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi saya,” ujar Anam.

Anam juga menceritakan keseharian mereka selama di Sarawak. Banyak tempat hiburan seperti Mall, Play Ground, Pantai dan Kebun Binatang. Namun jarang sekali ramai pengunjung karena, warga sana lebih senang bekerja dari pada liburan. Bahkan ada beberapa mall tempat harus gulung tikar karena sepi pengunjung. Kemudian, kuliner lokal seperti nasi lemak, nasi kerabu, kari, milo, hingga teh tarik, serta dinamika sosial masyarakat setempat yang harmonis juga menyenangkan meski terdiri dari berbagai latar belakang agama.

“Karena disana mayoritas umat Tionghoa, jadi kami harus lebih hati-hati dalam memilih makanan karena umat Islam di Sarawak merupakan minoritas,” katanya.

Di sisi lain, Dr. Muhammad Fadli Ramadhan, S. Pd. I., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menegaskan bahwa, dua bulan ini bukanlah sekedar memenuhi SKS semata. Namun tentang menempa diri belajar mandiri di negri orang memahami budaya baru dan yang paling terpenting mengaplikasikan ilmu dan pengabdian nyata. “Jadikan setiap pelajaran, teguran, senyuman yang kalian dapatkan di sana sebagai bekal yang berharga terus kembangkan potensi,” ujarnya.

Program magang ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berdaya saing global. Para mahasiswa berharap program ini dapat terus berlanjut dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi berikutnya untuk belajar dan mengabdi di luar negeri. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu