
Pelaksanaan praktikum mata kuliah Praktikum I mahasiswa Kesos UMMAD (UMJT) di Panti Asuhan Bhakti Luhur. (Istimewa/PWMU.CO).
PWMU.CO – Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mengikuti praktikum mata kuliah Praktikum I di Yayasan Bhakti Luhur Kota Madiun.
Yayasan Bhakti Luhur adalah yayasan sosial yang memberi perhatian secara khas kepada para penyandang cacat yang miskin, terlantar dan dipinggirkan dengan mengasuhnya di panti asuhan Bhakti Luhur.
Lebih lanjut, Mahasiswa di kampus yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) itu mengikuti praktikum pada Mei hingga Juni 2025.
Kaprodi Kesos UMMAD, Muh Ni’am MKesos menerangkan perihal pelaksanaan mata kuliah Praktikum I di Yayasan Bhakti Luhur itu. Ia berujar, kegiatan berfokus pada cara melakukan intervensi oleh mahasiswa praktikum (praktikan) kepada klien (penghuni panti).
“Intervensi dilakukan dengan beberapa tahapan mulai dari tahap engagement (keterlibatan), assessment (penilaian), perencanaan intervensi” terang Niam.
Cerita mahasiswa
Salah satu mahasiswa praktikan, Tri Wahyuni menyampaikan ia bersama anggota tim mahasiswa Kesos UMMAD melakukan praktik di Panti Asuhan Bhakti Luhur selama 1,5 bulan. Selama masa itu, ia mendatangi panti asuhan 2 kali dalam satu pekan.
“Pengalaman saya waktu praktikum di Bhakti luhur, sangat merupakan pengalaman yang luar biasa,dan sangat mengena di hati kita” kata mahasiswa semester 6 tersebut.
Menurut Tri Wahyuni, saat melakukan praktikum di Bhakti Luhur, praktikan berinteraksi dengan penghuni panti yang merupakan anak-anak penyandang autis (gangguan perkembangan saraf).
Menurutnya, pendekatan yang ia lakukan harus super ekstra. Bukan mereka yang harus menurut ke praktikan, tapi praktikan yang mengikuti kemauan klien.
Klien butuh perhatian, butuh kasih sayang, kesabaran serta waktu yang cukup untuk membuat mereka nyaman dan Bahagia.
“Pelan-pelan kita ajari. Misalnya cara melipat baju, bermain, olahraga dengan memberikan perhatian khusus. Tidak boleh ada tindakan kasar, karena kalau mereka merasa tidak nyaman, maka akan timbul emosi ataupun marah yang berlebih” ungkap Tri.
Interaksi dengan Sabar
Menurut Tri, apabila praktikan bisa berinteraksi dengan sabar, perhatian, dan membuat klien nyaman akan memperoleh respon yang baik oleh klien.
“Begitu mereka tahu saya datang, (klien) langsung memeluk. Kita berharap pengelola panti tetap semangat, dipertahankan untuk selalu menebar kebaikan demi kemanusiaan” ungkap Tri Wahyuni.
Kaprodi Kesos UMMAD, Muh Ni’am MKesos menerangkan detail pelaksanaan mata kuliah Praktikum I di Yayasan Bhakti Luhur. Menurutnya, kegiatan berlangsung secara fokus pada cara melakukan intervensi oleh mahasiswa praktikum (praktikan) kepada klien (penghuni panti).
Lebih lanjut, Mahasiswa melakukan beberapa tahapan intervensi. “Mulai dari tahap engagement (keterlibatan), assessment (penilaian), perencanaan intervensi” terang Niam.
“Kalau sudah lulus nanti, praktikum yang dilakukan paling tidak bisa menjadi pengalaman. Bisa terkonversi pada pekerjaan jadi praktisi pekerja sosial atau untuk syarat memperoleh sertifikasi profesi, bahwa dia pernah menjalankan praktikum” pungkas Ni’am.
Penulis Pujoko, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments