SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta resmi membuka program Baitul Qurra’ wal Huffadz di aula Unit 1 sekolah pada Kamis (21/8/2025). Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Darmansyah SH.
Baitul Qurra’ wal Huffadz merupakan istilah dalam bahasa Arab yang secara harfiah berarti “rumah para pembaca dan penghafal al-Quran”.
Istilah ini bisa digunakan untuk menyebut lembaga pendidikan atau organisasi yang berfokus pada pembinaan bacaan dan hafalan al-Quran. Secara umum, Baitul Qurra’ wal Huffadz merujuk pada tempat atau individu yang memiliki kaitan erat dengan al-Quran, khususnya dalam hal membaca dan menghafalnya.
Dalam sambutannya, Darmansyah, menyampaikan bahwa pembentukan Baitul Qurra’ wal Huffadz merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Yogyakarta.
“Para siswa kita sebenarnya sudah memiliki modal dasar dalam tahfidz dan murottal. Hanya perlu sedikit pengolahan tempo, cukup diperlambat maka mereka sudah bisa tampil sebagai qari dalam berbagai kegiatan di sekolah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta tengah menyusun kurikulum khusus untuk program tahfidz dan murottal ini. Kurikulum tersebut disiapkan sebagai persiapan menghadapi berbagai lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) serta mendukung kegiatan sekolah dalam rangka peringatan Hari Besar Islam (PHBI).
“Program ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan, serta mampu melahirkan qari’-qari’ah dan hafidz-hafidzah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi umat dan masyarakat luas,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen bersama antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan program ini demi mencetak generasi penerus yang unggul dalam bidang keagamaan.
“Program Baitul Qurra’ wal Huffadz ini ditujukan untuk siswa kelas X, XI, dan XII, dengan fokus pada pembinaan bacaan al-Quran dan hafalan. Harapannya, siswa dapat saling berbagi hafalan, menyimak bacaan teman, serta membentuk budaya islami yang lebih kuat di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments