Umat Islam adalah umat Rasulullah saw. Banyak sekali keutamaan yang diberikan Allah kepada umat Rasulullah saw, bahkan disebutkan sebagai umat terbaik.
Cinta dan kasih sayang Rasulullah saw tercurah kepada seluruh umatnya. Hal ini termaktub dalam surah Ali ‘Imran ayat 110.
Allah SWT berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Ayat ini menegaskan bahwa umat Rasulullah saw adalah golongan orang-orang yang beruntung.
“Kita beruntung menjadi umat Nabi Muhammad, seorang termulia yang begitu mencintai umatnya hingga mengundang rasa cemburu Nabi Musa dan Nabi-Nabi lainnya untuk menjadi umatnya Nabi Muhammad karena begitu dicintai.”
Saking cinta dengan umatnya, Rasulullah saw menghabiskan banyak malam untuk memikirkan dan meminta kepada Allah SWT agar menyelamatkan umatnya
Dalam sebuah hadits sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad, “Saat itu aku kembali bersujud pada-Nya. Kemudian Allah berfirman, ‘Angkatlah kepalamu, Muhammad. Memohon pertolongan apa pun, engkau akan diberi.’ Aku pun mengangkat kepala lantas memohon, ‘Umatku, umatku, ya Rabb.’
Dia kembali berfirman, ‘Temuilah umatmu. Siapa saja yang engkau temukan di hatinya keimanan walau seberat biji sawi, maka masukkanlah ke dalam surga.’ Maka siapa pun yang aku temukan dalam hatinya keimanan walau seberat biji gandum, aku masukkan ke dalam surga’.”
Kecintaan Rasulullah saw kepada umatnya kerap dikisahkan juga lewat berbagai hadits. Di sana, kita mengenang betapa Nabi Muhammad saw selalu berusaha untuk mendahulukan kepentingan dan kebutuhan umat dibandingkan kepentingannya sendiri.
Dalam HR Muslim, diceritakan bagaimana Rasul mengungkapkan kerinduannya ini kepada para sahabat. Kala itu Rasul berkata “Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku (saudara-saudaraku).” Sahabat Abu Bakar pun bertanya, “Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini adalah saudara-saudaramu?” Rasulullah menjawab, “Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku, tetapi bukan saudara-saudaraku.
Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku, tetapi mereka beriman denganku.” Mendengar ini para sahabat mempertanyakan bagaimana Nabi bisa mengetahui, di antara mereka yang antre masuk surga adalah umatnya. Nabi pun menjawab, “Sejatinya umatku pada hari kiamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia.”
Umat Rasulullah yang belum bertemu dengannya ini tidak luput dari limpahan kenikmatan. Bahkan diceritakan pula umat ini akan mendapatkan pahala berlipat ganda di sisi Allah SWT sebanyak 50 kali lipat kerena beriman kepada Rasulullah SAW, padahal belum pernah berjumpa dengan Nabi penutup itu.
“Di akhirat kelak akan ada mimbar-mimbar dari cahaya yang disiapkan Allah untuk kaumnya yang wajahnya bercahaya dan bajunya bercahaya. Posisi umat ini sangat dirindukan oleh para Nabi dan syuhada walaupun derajatnya belum seperti mereka,” Mendengar penuturan Nabi, para sahabat bertanya, “Siapa mereka ya Rasulullah.” Rasul menjawab, “Mereka yang saling cinta dan mencintai karena Allah. Mereka yang saling kunjung mengunjungi karena Allah, dan mereka yang saling bantu membantu karena Allah.”
Rasulullah saw selalu memohon keselamatan umatnya. Dalam sebuah riwayat yang masyhur, termasuk riwayat Imam Ahmad dan juga dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah, disebutkan bahwa setiap malam dalam salatnya, Nabi saw tidak berhenti meminta kepada Allah untuk memberikan ampunan pembebasan azab untuk umatnya.
Beliau (Abu Dzar) ra mengatakan: “Aku mendengar Nabi saw satu malam dalam salatnya, ia membaca dan mengulang-ngulan firman Allah di setiap ruku’ dan sujudnya: “Jika engkau mengazab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya memang Engkau maha pengampun lagi maha bijaksana”. (Al-Maidah: 118) .
Abu Dzar ra kemudian bertanya: “Wahai Rasul, sejak malam tadi engkau mengulang ayat itu di setiap ruku’ dan sujud mu, sampai waktu subuh datang. Ada apa gerangan?” Nabi saw menjawab: “Aku memohon syafa’at kepada Allah untuk umatku. Dan itu dikabulkan oleh-Nya bagi mereka yang tidak menyekutukan-Nya”. (HR Ibn Abi Syaibah dan Ahmad)
Karena kecintaannya, Rasul Saw bahkan menyimpan doa mustajab untuk umatnya di hari akhirat. Dikisahkan setiap Nabi memiliki doa yang sangat mustajab, tetapi Rasulullah SAW malah menyimpannya untuk umatnya di akhirat nanti. Rasul juga tidak ingin umatnya merasa kesusahan maka bagi umatnya yang sedang berjuang, dia meminta untuk bersabar. Dia mengatakan, “Sabarlah kalian sampai kita bertemu di Telaga Kautsar.”
Rasul akan menanti umatnya di hari akhirat kelak untuk masuk surga bersama-sama. “Kita takut akan kiamat, takut akan dahsyatnya padang mahsyar. Rasul datang membawa kabar bahwa ia akan menunggu di Telaga Kautsar. Rasul akan memberikan minum pada setiap umatnya,”. Nabi Muhammad SAW tidak segera masuk surga dan tidak ridha untuk masuk surga selain telah merasa yakin semua umatnya tidak kehausan lagi.
Padahal, kondisi sangat panas dan matahari sejarak satu jengkal dari kepala manusia. Rasul saw dikisahkan akan dengan sabar memberikan minum kepada umat-Nya dengan tangannya yang mulia. Orang-orang yang meminum air dari telaga Kautsar ini nantinya tidak akan merasa kehausan selama-lamanya.
Menjadi suatu kebahagiaan manakala nanti di akhirat mendapat jamuan dari Rasulullah saw.
“Dia menumpahkan segala kasih sayang kepada kita (umat). Dia ingin semua umatnya masuk surga daripada diberi azab oleh Allah. Maka, ketika Rasul menampilkan doa kepada Allah, betapa sedihnya yang dia alami, dia tidak meratapi nasibnya, tapi ia ingin mengungkapkan bahwa beliau sangat berkeinginan mengantarkan semua umatnya masuk surga. Seluruh umatnya yang beriman pada Allah,”.






0 Tanggapan
Empty Comments