
Oleh: Moh. Helman Sueb (Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan)
PWMU.CO – Menjadi orang baik sungguh suatu keberuntungan, bahkan sebuah kemenangan, karena untuk mencapainya diperlukan perjuangan. Semua orang pasti ingin menjadi orang baik. Jika ada yang tidak ingin, berarti itu tidak normal.
Di tengah pergaulan, banyak contoh kebaikan yang dapat dilakukan seseorang, misalnya memberi, menolong, mengajak kepada kebaikan, mengucapkan kata yang baik, dan sebagainya.
Orang yang baik itu adalah kehendak Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Ia telah berusaha mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dengan penuh keyakinan tanpa keraguan. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka Allah akan memberi kepahaman tentang agama,” (HR. Bukhari)
Paham agama merupakan syarat mutlak menjadi orang baik. Dengan memahami agama, seseorang mampu mengamalkan ajaran agama dengan sepenuh hati dan keikhlasan.
Orang baik selalu semangat menebar kebaikan di mana saja dan kapan saja. Ia tidak cocok kecuali dengan sesuatu yang baik. Hatinya tidak merasa tenteram kecuali dengan hal-hal yang baik.
Ia pun memiliki ucapan yang baik, sebab ia menyadari bahwa tidak ada ucapan yang sampai kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala kecuali ucapan yang baik. Ia sangat keras dalam menghindari ucapan keji, bohong, mengadu domba, omong kosong, dan semua bentuk ucapan kotor.
Orang yang baik akrab dengan perbuatan baik—yakni perbuatan yang disepakati oleh fitrah yang sehat, syariat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan dinilai baik oleh akal yang sehat. Ia berihsan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan berihsan (berbuat baik) kepada sesama manusia.
Ia memiliki akhlak terbaik: santun, sabar, belas kasih, lapang dada, rendah hati, serta menjauhkan diri dari wajah yang kasar dan ketundukan kepada selain Allah.
Ia pun memilih makanan yang baik, sebagaimana seruan Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:
“Wahai manusia, makanlah kamu sekalian apa-apa yang ada di bumi yang halal lagi baik,” (QS. Al-Baqarah: 168)
Sepak terjang orang yang baik selalu dalam suasana penuh cahaya. Ia menerangi sekitar dan tidak membahayakan orang lain. Ia membantu yang membutuhkan dan menolong yang perlu ditolong.
Orang baik murah senyum. Artinya, ia sangat empati terhadap keadaan orang lain. Ia jauh dari sifat sombong, angkuh, iri hati, dengki, dan akhlak buruk lainnya.
Demikianlah ciri-ciri orang baik menurut Allah dan Rasul-Nya. Tentunya kita patut meneladani dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari, demi meraih rida Allah Subhaanahu wa Ta’ala di dunia maupun di akhirat.
Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments