
PWMU.CO – Suasana berbeda tampak di ruang kelas I SD Muhammadiyah Manyar Gresik pada hari pertama pelaksanaan Cambridge Centre Progression Test (CPT), (26/05/2025). Tahun ini menjadi momen spesial bagi para siswa kelas I International Class Program (ICP) karena untuk pertama kalinya mereka mengikuti ujian berstandar internasional tersebut.
Ujian dilaksanakan selama tiga hari (26-28/05/2025), dengan mata pelajaran English as a Second Language (ESL) sebagai pembuka kemudian dilanjutkan dengan Mathematics dan Science. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran bertaraf internasional yang rutin digelar sekolah untuk meningkatkan mutu akademik.
Saat ujian berlangsung, berbagai ekspresi terlihat menghiasi wajah para siswa. Ada yang tampak penuh konsentrasi dengan dahi berkerut, ada pula yang tampak tenang. Beberapa juga tampak menopang pipi sambil berpikir keras atau terkadang memainkan pensil di tangan mereka, tanda bahwa mereka sedang berusaha keras menjawab dengan benar. Namun, secara umum suasana tetap tenang dan tertib.
Pelaksanaan CPT
Beberapa hari sebelumnya, pengajar ICP telah mempersiapkan siswa melalui sesi review materi sekaligus pengarahan teknis terkait ujian.
“Kami menjelaskan aturan CPT, seperti tidak diperbolehkan menggunakan penghapus, serta bagaimana cara memperbaiki jawaban jika salah. Anak-anak juga sudah terbiasa menulis nama dengan bolpoin,” ungkap Fitri Musrofihah Guru Kelas I ICP.
Ini merupakan pengalaman pertama bagi kelas I mengikuti ujian CPT, namun mereka menunjukkan keseriusan yang luar biasa.
“Anak-anak yang biasanya aktif di kelas, tapi saat ujian mereka sangat fokus dan serius. Ini menunjukkan kematangan dan kesiapan mereka,” tambah Fitri.
Meski sudah diberi arahan, tetap ada momen tak terduga yang mewarnai pelaksanaan ujian hari pertama.
“Ada saja siswa yang masih menggambar atau menuliskan hal lain selain jawaban di paper, padahal sudah dilarang,” ujarnya sambil tersenyum.
Namun pada hari kedua dan ketiga para siswa sudah tidak mengulangi hal tersebut, para siswa sudah mulai terbiasa dan lebih disiplin mengikuti seluruh prosedur ujian.
Salah satu siswa, Assyifa Yasmin Cahaya Rahma dari kelas I Shark, mengaku cukup menikmati pengalaman CPT-nya.
“Tantangannya itu nggak boleh pakai penghapus. Jadi aku harus lebih hati-hati dan kalau salah aku coret terus tulis lagi. Tapi menurutku semuanya mudah, yang paling gampang pelajaran Science,” ujar Yasmin dengan penuh percaya diri.
Penanggung jawab ICP, Pradita Eka Putri, turut menyampaikan harapan besar terhadap pelaksanaan CPT IPT ini.
“Harapan kami siswa dapat lebih terlatih mengembangkan kemampuan diri melalui soal-soal yang diujikan. Di samping itu kami berharap melalui Cambridge Test (CPT – IPT) ini dapat mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab dan berpikir kritis dalam keseharian para siswa.,” jelasnya. (*)
Penulis Dyah Novira Dwi Jayanti Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments