Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dai Muda Muhammadiyah Asal Mojokerto Sampaikan Keutamaan Menghafal Al-Quran dalam Acara Wisuda Tahfidz K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Muhammad Iqbal Rahman pada saat tausiyah di wisuda tahfidz (Syamsul Arifin Hadi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya menggelar kegiatan Wisuda Tahfidz ke-III di SMAMDA Tower Lantai 6 yang berlokasi di Jalan Pucang Adi Nomor 128, Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Ahad (04/05/2025).

Sebanyak 285 siswa mengikuti kegiatan wisuda ini. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dibuka dengan beberapa tarian kesenian yang dibawakan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah.

Kegiatan ini menghadirkan Da’i Muda Muhammadiyah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Iqbal Rahman SPd dari Mojokerto sebagai pemateri.

Selain itu, acara ini juga dihadiri Wakil Ketua PDM Surabaya, Ustadz Suhadi M Sahli MAg, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Surabaya, Ustadz Dikky Syadqomullah MHes, dan beberapa kepala sekolah dari tingkat SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya serta para wali murid.

Dalam tausiyahnya, Iqbal Rahman menyampaikan motivasi kepada adik-adik yang diwisuda tahun ini. Ia menyampaikan beberapa keutamaan dalam menghafalkan al-Quran, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW:

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ في الدُّنْيَا ، فَإنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آية تَقْرَؤُهَا )) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )) .

Artinya: Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dikatakan kepada ahli al-Quran, ‘Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah (membaca dengan perlahan) sebagaimana engkau menartilkannya di dunia, karena kedudukanmu ada pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Abu Daud, no. 1464 dan Tirmidzi, no. 2914. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2240 mengatakan bahwa hadits ini sahih].

“Ini adalah salah satu keutamaan bagi kalian yang terus istiqamah dalam menghafalkan dan memurajaah al-Quran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan beberapa keutamaan lainnya, pertama, akan diberikan syafaat oleh Rasulullah SAW melalui al-Quran. Kedua, Allah akan memasukkannya ke dalam surga, bahkan ayat-ayat al-Quran yang telah kita hafal akan dibacakan kembali di surga sambil kita naik ke tangga surga. Ketiga, orang tua dari penghafal al-Quran akan diberikan mahkota dan jubah kemuliaan yang sangat terang, bahkan lebih terang dari sinar matahari. Keempat, orang yang senantiasa meluangkan waktunya untuk al-Quran di dunia akan diangkat derajatnya oleh Allah.

Tidak hanya itu, Dai Muda ini juga berpesan kepada para orang tua yang hadir dalam prosesi wisuda ini.

“Bapak-Ibu, sebagai seorang da’i muda dan bagian dari generasi muda, saya ingin menyampaikan pesan kepada panjenengan semua bahwa anak-anak kita (Gen-Z) akan dihadapkan pada berbagai tantangan zaman. Setidaknya, ada tiga tantangan utama yang saya sebut sebagai ‘3F’ yang harus kita waspadai bersama dalam mendampingi anak-anak kita di era sekarang,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa tantangan pertama adalah Food (makanan). Anak-anak kita, generasi Z, saat ini dihadapkan pada tantangan dalam pola konsumsi makanan. Coba perhatikan jenis makanan yang sering mereka konsumsi, banyak yang mengandung kadar micin tinggi dan rasa pedas berlebihan. Contohnya seperti basreng, seblak, junk food, mi pedas, bakso mercon, tahu setan, dan lain sebagainya.

“Tapi, contoh-contoh makanan di atas itu halal atau haram?,” tanya Ustadz Iqbal kepada jamaah. Serempak, para audiens menjawab, “Halal.”

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pada kenyataannya, tantangan di era sekarang semakin kompleks, di mana banyak anak muda kita yang sudah terjerumus mengonsumsi makanan atau zat yang haram. Contohnya antara lain minuman keras, narkoba, sabu-sabu, pil koplo, ekstasi, ganja, rokok, dan sejenisnya.

Kedua, fashion atau gaya berpakaian. Ia mengajak para hadirin untuk memperhatikan fenomena saat ini, di mana banyak anak muda yang keluar rumah dengan pakaian yang tidak menutup aurat. Mereka mengenakan celana jeans ketat, rok mini, melepas jilbab, dan bagi laki-laki hanya memakai celana pendek atau boxer dan kaos. Tak jarang pula ditambah dengan aksesori seperti kalung, cincin, tato, serta potongan rambut yang beragam dan kadang aneh.

“Bahkan, anak-anak kita hari ini memiliki sikap khubbut taqlid, yakni suka meniru. Dalam bahasa anak muda, ini disebut Fear of Missing Out (Fomo). Ketika ada sesuatu yang sedang trending di media sosial, pasti cepat viral dan ditiru oleh anak-anak kita. Contohnya seperti joget Velocity, ubur-ubur, ikan lele, dan lain sebagainya,” sambungnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sementara itu, F yang ketiga menurut Ustadz Iqbal adalah Fun atau hiburan.

“Hiburan anak muda sekarang lebih banyak bersumber dari gadget-nya. Mereka sering menerima hiburan yang terkadang tidak layak untuk ditonton. Belum lagi, di dalam ponselnya terdapat banyak game, video anime, dan berbagai konten lainnya. Bahkan, tak jarang di aplikasi WhatsApp mereka ditemukan pesan-pesan yang alay, dan sebagian di antaranya sudah mulai berpacaran melalui media sosial,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, “Melalui mimbar yang mulia ini, saya ingin mengungkapkan sedikit tentang kenakalan dan tantangan yang dihadapi anak muda di era sekarang. Jangan sampai anak-anak kita yang sudah memiliki hafalan al-Quran beberapa juz ini ternodai oleh lingkungan yang tidak sehat, pergaulan bebas, serta teman-teman yang dapat merusak psikologis dan pola pikir mereka.”

Iqbal juga berpesan bahwa orang tua harus memiliki keterbukaan terhadap anak-anaknya dan menjalin komunikasi yang baik, agar anak merasa nyaman bersama orang tuanya. Dengan begitu, ketika anak mengalami permasalahan, mereka tidak ragu untuk bercerita atau mencurahkan isi hatinya kepada orang tua.

“Orang tua yang sukses adalah mereka yang senantiasa mengajarkan anak-anaknya untuk belajar al-Quran, memahami agama Allah, serta membimbing dan mengarahkan mereka untuk menempuh pendidikan di sekolah atau pesantren. Bukan orang tua yang selalu memanjakan anak dengan segala keinginannya, bukan yang selalu menuruti kemauan anak, dan bukan pula yang hanya sibuk mencarikan karier bagi anak tanpa membekalinya dengan ilmu agama,” pesannya.

Sebagaimana kata mutiara arab:

‏ليس الفتى من يقول كان أبي، ولكن الفتى ها أنا ذ

Artinya: “Bukan dikatakan seorang pemuda atau pemimpin mereka yang senantiasa membanggakan kehebatan orang tuanya, akan tetapi dikatakan seorang pemuda atau pemimpin, mereka yang senantiasa membanggakan inilah Aku”.

“Inilah prosesku, inilah ikhtiarku, inilah prestasiku, dan inilah cita-citaku. Bukan karena ayahnya pejabat lalu anaknya dimasukkan begitu saja tanpa evaluasi, tanpa tes potensi akademik, dan tanpa melalui proses yang semestinya,” imbuhnya.

Usai tausiyah berlangsung, acara dilanjutkan dengan sesi uji hafalan oleh para tokoh dan tamu undangan. Mereka membacakan beberapa ayat al-Quran, kemudian para wisudawan diminta untuk melanjutkan ayat-ayat tersebut.

Setelahnya, prosesi wisuda tahfidz pun dimulai. Banyak orang tua yang terlihat terharu mendengar pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Ustadz Iqbal.

Suasana semakin mengharukan saat prosesi wisuda berlangsung. Setelah itu, acara ditutup pada pukul 11.30 WIB dengan sesi ramah tamah serta penampilan dari anak-anak SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan ditutup dengan shalat salat Dhuhur berjamaah. (*)

Penulis Syamsul Arifin Hadi Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu