PWMU.CO – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan hasil seleksi Calon Dai Muda 2025. Sebanyak 200 dai dan daiyah dari berbagai daerah terpilih mengikuti program pembinaan selama 10 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 4–14 Agustus 2025.
Muhammad Iqbal Rahman menjadi satu-satunya dai muda Muhammadiyah asal Jawa Timur yang lolos seleksi dan berhak mengikuti program ini. Iqbal merupakan dai muda asal Kabupaten Mojokerto yang aktif berdakwah melalui berbagai media, baik tulisan, media sosial, maupun ceramah secara langsung di berbagai daerah.
Salah satu persyaratan dalam program Pembibitan Dai Muda Kemenag RI tahun 2025 adalah keterlibatan aktif dalam dakwah dan pemanfaatan media sosial. Hal itu sesuai dengan semangat program ini yang bertujuan mencetak kader dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Program Calon Dai Muda 2025 merupakan upaya Kemenag dalam memperkuat moderasi beragama di masyarakat dengan mencetak kader dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Dr Ahmad Zayadi, Ketua Direktorat Kemenag RI.
Menurut Zayadi, tantangan utama dakwah ke depan adalah bagaimana mengemas pesan keagamaan yang menarik bagi generasi milenial dan Z. Para dai muda diharapkan mampu merespons isu-isu kontemporer seperti radikalisme, intoleransi, dan disinformasi.
“Dari program pembibitan dai muda, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa dakwah bukan hanya soal menyampaikan, tapi juga mendengarkan dan merespons kebutuhan umat secara bijaksana,” jelasnya.
Iqbal mengaku bersyukur dan bangga dapat mengikuti kegiatan ini.
“Ya tentu saya merasa bangga telah lolos seleksi kegiatan ini, karena saya perhatikan satu-satunya dai Muhammadiyah se-Jawa Timur hanya saya saja yang lolos,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas selama kegiatan telah ditanggung pemerintah. “Semua biaya dan akomodasi kegiatan ini alhamdulillah dibiayai dan difasilitasi oleh pemerintah. Mulai dari biaya transportasi PP, hotel, makan, snack, termasuk peserta akan mendapatkan seragam dan kaus serta beberapa alat tulis seperti buku, bolpoin, pin, tas ransel, dan perlengkapan lainnya,” sambungnya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mojokerto, Ustadz Fatkhur Rohman.
“Mas Iqbal ini memang kader Muhammadiyah yang kami kader dari sekolah. Bahkan biaya pondok pesantren juga ditanggung oleh salah satu tokoh PDM. Alhamdulillah kami bangga melihat kiprah perjuangannya. Anak kader muda kami yang mendapatkan banyak legalitas dai. Sehingga dia terkenalnya ya Dai Muda Kab. Mojokerto,” ungkapnya.
“Dia juga Ketua IPM Kab Mojokerto dan sekretaris saya di Majelis Tabligh PDM. Maka bangga dan senang bisa melihat Mas Iqbal lolos seleksi kegiatan Pembibitan Dai Muda yang diselenggarakan oleh Kemenag RI ini,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa waktu lalu Iqbal mendapat rekomendasi untuk mengikuti Akademi Dai Digital yang diselenggarakan LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta. “Sekarang dia pasti bertemu banyak teman dari berbagai daerah dan ormas yang berbeda-beda,” ujarnya.
Zayadi menambahkan, hasil seleksi ini mencerminkan transformasi dakwah ke arah yang lebih digital dan inklusif. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menjangkau masyarakat di era global.
“Ini menjadi langkah strategis dalam menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah perubahan sosial yang cepat. Semoga para dai muda yang terpilih dapat menjadi inspirasi dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments