Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dakwah Tanpa Mimbar, Sinoman Masjid Kholid Bin Walid PRM Dr. Sutomo Rawat Jenazah Warga

Iklan Landscape Smamda
Dakwah Tanpa Mimbar, Sinoman Masjid Kholid Bin Walid PRM Dr. Sutomo Rawat Jenazah Warga
Pengurus Sinoman Masjid Kholid Bin Walid PRM Dr. Sutomo. Foto: Andi Hariyadi/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari Surabaya terus menguatkan dakwah yang membumi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Melalui Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) yang digelar pada Sabtu malam (31/1/2026) di MTC Wonosalam, Jombang, berbagai program unggulan dari ranting, masjid, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dipaparkan dan dievaluasi bersama.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas unsur personalia Cabang dan Ranting, Takmir Masjid, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), serta Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Tegalsari Surabaya.

Sekretaris PCM Tegalsari Surabaya Ari Kurniawan dalam sambutannya menegaskan, rakerpim menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan program-program unggulan di setiap ranting dan masjid sebagai bagian dari dakwah inklusif Muhammadiyah.

“Melalui rakerpim ini kita berupaya mengoptimalkan program-program unggulan di setiap ranting dan masjid sebagai salah satu bentuk dakwah inklusif Muhammadiyah. Bersama cabang, kami berharap ranting, AUM, dan AMM dapat bahu-membahu bersinergi mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Salah satu program yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah Sinoman Masjid Kholid Bin Walid Ranting Muhammadiyah Dr. Sutomo.

Ketua Sinoman, Anwar, memaparkan kiprah timnya yang fokus pada layanan perawatan jenazah secara syar’i.

Menurut Anwar, Sinoman Masjid Kholid Bin Walid hadir tidak hanya untuk melayani jamaah internal masjid, tetapi juga warga sekitar tanpa membedakan latar belakang.

“Melalui sinoman ini kami berusaha memberikan bantuan, khususnya perawatan jenazah, yang tidak hanya untuk jamaah Masjid Kholid Bin Walid saja, tetapi juga melayani warga sekitar,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, meski baru berjalan sekitar delapan bulan dengan kekuatan 20 anggota, sinoman telah melayani tujuh jenazah.

Layanan yang diberikan meliputi proses memandikan, mengkafani, hingga pendampingan ke pemakaman sesuai tuntunan syariat Islam.

“Kami bersyukur, meski baru berjalan delapan bulan dan dengan 20 orang anggota, kami mampu memberikan layanan perawatan jenazah secara swadaya. Donasi diberikan seikhlasnya sesuai kemampuan jamaah. Hingga saat ini sudah tujuh jenazah yang kami layani, mulai dari memandikan hingga pemakaman sesuai syar’i,” terang Anwar.

Kehadiran Sinoman Masjid Kholid Bin Walid perlahan semakin dikenal masyarakat. Respons cepat dan pelayanan yang tertib serta sesuai tuntunan agama membuat kepercayaan jamaah dan warga sekitar terus meningkat.

Anwar menyebut, kepercayaan tersebut menjadi energi tersendiri bagi para anggota untuk terus istikamah dalam berdakwah melalui pelayanan sosial.

“Kepercayaan jamaah dan warga semakin menambah semangat kami untuk terus berdakwah secara berkelanjutan. Kami juga siap memberikan edukasi kepada beberapa masjid dan warga terkait layanan perawatan jenazah melalui program Sinoman ini,” terang dia.

Program edukasi tersebut diharapkan dapat melahirkan kader-kader baru yang memiliki keterampilan perawatan jenazah, sehingga kebutuhan umat dalam hal fardhu kifayah dapat terpenuhi secara lebih luas dan terorganisir.

Di balik semangat pelayanan, Sinoman Masjid Kholid Bin Walid masih menghadapi sejumlah keterbatasan sarana dan prasarana.

Saat ini, kebutuhan akan inventaris tempat mandi jenazah yang lebih representatif serta pengadaan mobil jenazah menjadi harapan besar tim Sinoman.

“Meski dengan segala keterbatasan yang ada, kami terus berusaha memberikan layanan yang lebih baik. Harapan kami, ke depan bisa memiliki inventaris tempat mandi jenazah yang lebih baik serta tersedianya mobil jenazah. Melalui Rakerpim ini, semoga terbangun sinergi yang lebih kuat,” ungkap Anwar.

Menanggapi pemaparan tersebut, Ari Kurniawan menegaskan pentingnya forum Rakerpim sebagai ruang berbagi praktik baik yang bisa direplikasi di ranting lain.

“Ajang Rapat Kerja Pimpinan ini sangat penting untuk meningkatkan peran dakwah yang lebih bermanfaat. Melalui sharing, evaluasi, dan sinergi, program seperti Sinoman Masjid Kholid Bin Walid Ranting Dr. Sutomo ini bisa kita duplikasi untuk dakwah yang lebih berarti. Begitu pula program lainnya, perlu terus kita koordinasikan dan tindak lanjuti,” tegasnya.

Dia pun menutup diskusi dengan harapan agar seluruh ikhtiar yang dilakukan melalui Persyarikatan Muhammadiyah senantiasa mendapat ridha Allah SWT.

“Semoga Allah SWT meridai perjuangan kita melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu