Pimpinan Cabang IMM Malang Raya melakukan terobosan dalam kurikulum perkaderannya dengan memasukkan materi “Metodologi Riset Filsafat” yang dikaitkan langsung dengan era Society 5.0.
Materi ini disampaikan pada hari ketiga Darul Arqam Madya Nasional (DAMNAS) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), Arjosari, Kota Malang pada Senin (22/12/2025).
Sesi ini bertujuan merumuskan pertanyaan penelitian filsafat teknologi yang valid serta mengaplikasikan metode ilmiah dan filsafat untuk menganalisis fenomena teknologi, hingga menyusun proposal, laporan, dan artikel riset filsafat.
Kepala Biro Riset, Pengabdian dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.PA, yang didapuk sebagai narasumber memulai sesi materi dengan menjelaskan bahwa Society 5.0 merupakan konsep masyarakat masa depan yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi untuk menyelesaikan masalah.
“Tujuan dari society 5.0 ialah menciptakan inovasi untuk kemanusiaan. Berupa mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan pengalaman manusia,” ujarnya.
Dalam kerangka tersebut, ia menyebut metode penelitian filosofis setidaknya mencakup tiga hal, yakni analisis konseptual untuk mengklarifikasi konsep, herrmeneutika untuk menafsirkan makna, dan fenomenologi sebagai pengalaman hidup.
“Kalian harus mulai membiasakan diri untuk memahami konsep-konsep filosofis utama. Misalnya menganalisis teknologi, memahami pengetahuan, atau bahkan menelaah eksistensi manusia itu sendiri,” terangnya.
Secara fenomenologi, ia mencontohkan adanya smartphone yang meningkatkan komunikasi dan akses informasi setiap hari. Atau virtual reality yang menciptakan pengalaman mendalam bagi pengguna dan masyarakat.
“Kita harus memastikan berbasis teknologi berdasarkan kebutuhan data, melakukan aksi gerakan sosial, mengembangkan narasi yang dapat diimbangi, hingga penguatan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Pemberian materi tersebut selaras dengan tema yang diangkat dalam DAMNAS kali ini, yakni Dialektika Manusia dan Teknologi di Era Society 5.0.
Dengan demikian, pemahaman tentang metode filosofis dapat menyediakan kerangka kerja penting untuk mengkaji secara kritis isu-isu sosial dan teknologi.
Begitupun memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas masyarakat 5.0 dan tantangannya.
Sehingga peserta dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, mendorong pengambilan keputusan yang berdasarkan informasi, dan mendorong keterbukaan pikiran.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments