Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Anak Punk hingga CEO Animasi, Dio Diadon Menginspirasi Ratusan Siswa Smamita di Momen Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Dari Anak Punk hingga CEO Animasi, Dio Diadon Menginspirasi Ratusan Siswa Smamita di Momen Ramadan
Influencer sekaligus kreator animasi Dio Diadon menginspirasi ratusan siswa Smamita di Momen Ramadan. Foto: Satrio/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana Hall SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) lantai 2 terasa berbeda. Ratusan siswa larut dalam sesi berbagi inspirasi bertajuk “Carving Memories in Ramadan” pada Sabtu (7/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, influencer sekaligus kreator animasi Dio Diadon hadir membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan.

Kehadiran Dio bukan sekadar berbagi cerita, tetapi juga memberi inspirasi kepada para siswa Smamita bahwa masa lalu bukanlah penentu masa depan seseorang.

Di hadapan ratusan siswa, Dio menceritakan perjalanan hidupnya yang tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah dicap sebagai anak nakal bahkan dianggap pecundang sejak duduk di bangku kelas 5 SD hingga lulus SMK. Pada masa itu, ia bahkan sempat menjadi bagian dari komunitas anak punk.

Namun cap negatif tersebut justru menjadi bahan bakar bagi dirinya untuk membuktikan bahwa setiap anak memiliki masa depan.

“Setiap anak yang dianggap nakal sebenarnya tetap punya masa depan. Mungkin hari ini kita diremehkan, tetapi suatu saat kita bisa menjadi orang yang berhasil,” ungkapnya.

Menolak Kuliah, Memilih Membuktikan Diri

Dio juga mengisahkan bagaimana ibunya sempat berharap ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus sekolah. Namun saat itu ia meminta waktu sekitar satu setengah tahun untuk membuktikan bahwa dirinya mampu meraih kesuksesan melalui jalan yang dipilihnya.

Perjalanan tersebut membawanya bergabung dengan grup musik rock asal Yogyakarta, Endank Soekamti, yang berdiri sejak 2001.

Di lingkungan inilah bakat kreatifnya berkembang, terutama dalam bidang desain dan animasi. Video klip yang ia buat bahkan mampu menembus lebih dari 17 juta penonton di platform digital.

Kemampuannya itu kemudian menarik perhatian industri media hingga akhirnya ia dihubungi oleh stasiun televisi MNCTV untuk terlibat dalam proyek animasi.

Belajar Salat di Tengah Perjuangan Karier

Di tengah perjalanan kariernya, Dio mengaku sering bolak-balik antara Yogyakarta dan Malang selama sekitar enam bulan. Pada masa itulah ia mulai memperbaiki hubungannya dengan Allah Swt.

Ia teringat pesan sederhana dari guru agamanya yang kemudian mengubah cara pandangnya dalam menjalani hidup.

“Perbaikilah salatmu, maka Allah akan memperbaiki kehidupanmu,” kenangnya.

Sejak saat itu ia mulai belajar lebih serius menjalankan salat dan puasa.

Sukses di Balik Layar Animasi Nasional

Karier Dio semakin berkembang ketika ia terlibat dalam produksi serial animasi populer Indonesia Adit Sopo Jarwo. Dalam proyek tersebut, ia dipercaya menjadi salah satu sosok penting di balik layar, bahkan pernah menjabat sebagai CEO sekaligus manajer utama dalam tim produksi.

Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai proyek iklan animasi untuk sejumlah brand besar seperti Bear Brand dan Frisian Flag.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Pendapatannya pun pernah mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Namun ia menegaskan bahwa kisah tersebut bukan untuk menyombongkan diri.

“Saya menceritakan ini bukan untuk pamer, tetapi karena saya pernah melalui proses itu,” ujarnya.

Dari penghasilan tersebut, Dio juga mengaku pernah mewujudkan salah satu mimpinya, yakni membangun sebuah masjid yang ia beri nama Real Masjid.

Pesan untuk Generasi Z

Di hadapan para siswa Smamita, Dio juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak mudah merasa rendah diri.

Menurutnya, generasi Z merupakan generasi yang memiliki banyak peluang, terutama melalui teknologi dan media sosial.

“Gen Z bukan generasi sembarangan. Kalian adalah generasi yang spesial. Hari ini bahkan kita bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja di kantor, misalnya melalui media sosial seperti TikTok dan platform digital lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa mimpi besar harus tetap diiringi dengan kedekatan kepada Allah.

“Gapailah cita-cita setinggi langit. Tetapi semua itu akan tercapai jika kita melibatkan Yang Memiliki langit,” pesannya.

Pentingnya Memilih Lingkungan Pertemanan

Dalam kesempatan tersebut, Dio juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang baik. Menurutnya, teman yang meremehkan mimpi justru dapat menghambat kesuksesan seseorang. Sebaliknya, sahabat yang selalu mendukung merupakan anugerah yang sangat berharga.

Ia pun mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa agama seseorang dapat dipengaruhi oleh agama temannya.

“Kita boleh berteman dengan siapa saja, tetapi memilih sahabat terbaik tidak boleh sembarangan. Pilihlah teman yang mengingatkan kita untuk salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan kebaikan,” tuturnya.

Melalui kisah hidupnya, Dio berharap para siswa Smamita dapat mengambil pelajaran bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dibutuhkan perjuangan, keberanian bermimpi, serta kedekatan dengan Allah untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡