Suasana halaman SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) tampak lebih ramai dan ceria dari biasanya, Rabu (29/10/2025). Sejak pagi, seluruh siswa kelas 5 berbaris rapi sambil membawa perlengkapan yang tak biasa — batu bata merah, tiga butir telur bebek, dan sebuah kaleng kecil. Hari ini, mereka mengikuti kegiatan Project Based Learning (PBL) dengan tema “Praktik Membuat Telur Asin”.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Masing-masing wali kelas turut mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Mereka tampak antusias membimbing siswa dalam setiap langkah pembuatan telur asin, mulai dari menyiapkan bahan, mencampur adonan garam dan batu bata halus, hingga melapisi telur dengan adonan tersebut.
“Anak-anak terlihat sangat bersemangat. Mereka tidak hanya belajar cara membuat telur asin, tetapi juga memahami proses ilmiah di baliknya. Ada pembelajaran tentang reaksi osmosis garam, kebersihan, serta ketelitian dalam bekerja,” ujar Nuri salah satu wali kelas 5.
Kerja Sama dan Tanggung Jawab
Selain memberikan pengalaman langsung, kegiatan ini juga melatih kerja sama dan tanggung jawab antar siswa. Dalam kelompok kecil, mereka berbagi tugas — ada yang menumbuk batu bata, ada yang mencampur adonan, dan ada yang mengoleskan pada telur. Gelak tawa dan semangat gotong royong terdengar di setiap sudut halaman sekolah.
Menurut Bu Iflakha salah satu guru, PBL seperti ini membantu anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan.
“Kalau biasanya mereka hanya membaca dari buku, kali ini mereka benar-benar mempraktikkan ilmunya. Anak-anak bisa melihat hasilnya sendiri dan merasa bangga dengan karya mereka,” tuturnya.
Setelah semua telur selesai dibungkus adonan, guru menjelaskan bahwa telur-telur tersebut harus disimpan selama beberapa hari agar rasa asinnya meresap sempurna. Anak-anak pun tampak tak sabar menunggu hasil dari karya mereka sendiri.
Melalui kegiatan PBL ini, SD Mumtaz berharap siswa dapat memahami bahwa belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga bisa melalui aktivitas sehari-hari yang dekat dengan kehidupan mereka. Praktik sederhana seperti membuat telur asin mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kemandirian, serta mempererat hubungan antar siswa dan guru.
Kegiatan hari itu pun ditutup dengan penuh keceriaan dan rasa bangga. Dari tangan-tangan kecil mereka, lahir semangat belajar yang besar bukti bahwa ilmu bisa tumbuh dari pengalaman yang sederhana, namun bermakna. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments