Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada 29-30 November 2025 menjadi momentum bagi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya untuk terlibat langsung dalam aksi lingkungan.
Tahun ini, para kader IMM Malang Raya hadir di Desa Sumberoto dengan tekad menanam harapan bagi kawasan pesisir Pantai Modangan.
Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar program rutin, tetapi wujud nyata pengabdian kepada lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Malang Raya, Kelvin Argo Beni menekankan bahwa gerakan penanaman pohon merupakan bentuk komitmen organisasi untuk turun ke tengah masyarakat.
Ia menilai bahwa aksi lingkungan seperti ini memiliki dampak jangka panjang dan menjadi cara bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata.
“Merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab sosial, dan kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan. Mari kader-kader IMM untuk lebih responsif terhadap isu-isu ekologis yang semakin mendesak,” ujarnya.
Kegiatan penanaman ini melibatkan 50 kader IMM yang berkolaborasi dengan 30 warga Desa Sumberoto, sehingga total 80 peserta hadir di lokasi.
Pantai Modangan sendiri dipilih karena termasuk wilayah yang rentan terhadap abrasi, sehingga penanaman pohon pelindung menjadi langkah strategis untuk mencegah kerusakan fisik pantai.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan kuat dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), yang menyediakan 1000 bibit pohon untuk ditanam di sekitar kawasan pesisir.
Bibit tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Sumberoto dan para pengelola pantai melalui IMM sebagai bentuk sinergi antar lembaga.
Kerja sama ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian alam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan.
Kepala Desa Sumberoto, Budi Utomo, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas kontribusi IMM dan BPDAS.
“Keberadaan pohon sangat penting bagi perlindungan garis pantai, kenyamanan wisatawan, dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Semoga kegiatan seperti ini terus diperkuat agar desa memiliki masa depan lingkungan yang lebih baik,” tutur Budi.
Setiap bibit yang ditanam membawa harapan agar pantai mampu bertahan dari ancaman abrasi, sekaligus menambah keindahan kawasan wisata.
Pohon-pohon ini kelak akan menjadi peneduh alami dan membantu menjaga stabilitas ekosistem pesisir. Tindakan sederhana para peserta ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terlibat aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan.
Aksi penanaman pohon sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang. Meski pertumbuhan pohon membutuhkan waktu lama, manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.
Melalui semangat HMPI 2025, IMM ingin meninggalkan kontribusi nyata yang memberi nilai keberlanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa merawat alam dapat dimulai dari tindakan kecil namun konsisten. Satu pohon yang ditanam pada tempat yang tepat dapat mencegah kerusakan besar di kemudian hari.
IMM telah menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga bumi. Dari pesisir Modangan, mereka menanam harapan yang kelak tumbuh untuk kesejahteraan banyak orang.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments