Siswi Jurusan Kuliner SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng, Banyuwangi membuat produk manisan dari kulit buah semangka, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini merupakan puncak acara kokurikuler 8 profil dimensi kelulusan bagi siswa Kelas X dan XI SMK Muda Genteng yang dimulai sejak Senin 13 Oktober 2025.
Dimensi ini mencakup berbagai aspek kompetensi siswa, seperti keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Tujuannya adalah membentuk profil lulusan yang utuh, tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta keterampilan hidup yang diperlukan untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan ini, seluruh siswa dari lima jurusan di SMK Muda Genteng, termasuk Jurusan Kuliner, turut aktif berpartisipasi. Selama pelaksanaannya, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok.
Wali Kelas XI Kuliner, Sofyan Kriswantoni, turut mendampingi para siswanya yang sedang membuat produk manisan dari kulit semangka.
“Kelompok ini terdiri atas Dhea Ayu Aprilia, Aisa Bela Sari, Naiyla Fanaya, Halimatus Sa’diyah, dan Zahra Salsabilla,” ujarnya.
Menurutnya, untuk membuat manisan dari kulit semangka, para siswa terlebih dahulu menyiapkan beberapa bahan, antara lain: kulit semangka, gula pasir, dan garam. Garam digunakan untuk merendam kulit semangka agar menghilangkan rasa pahitnya.
Dalam proses pembuatannya, kulit semangka terlebih dahulu dipotong kecil-kecil, lalu dicuci sebanyak tiga kali hingga benar-benar bersih. Setelah itu, kulit semangka direndam dalam air garam selama 10 menit.
Selanjutnya, kulit semangka ditiriskan hingga agak kering, kemudian dimarinasi dengan gula pasir dan dimasak di atas panci hingga teksturnya menjadi lunak dan gula membentuk karamel. Setelah matang, manisan didinginkan selama satu jam, lalu disimpan di dalam kulkas semalaman. Keesokan harinya, manisan siap disajikan.
Sofyan Kriswantoni berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada proyek sekolah, tetapi juga dapat menjadi inspirasi agar siswa-siswi terus berkreasi, berpikir kritis, dan mampu melihat peluang sederhana yang ada di sekitar.
“Semoga dari kegiatan ini tumbuh generasi muda yang cerdas, mandiri, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” harapnya.
Salah satu siswa, Zahra Salsabila menyampaikan tujuan dari kegiatan ini.
“Pengolahan limbah kulit semangka ini bertujuan untuk dijadikan produk makanan yang bermanfaat sekaligus mengurangi limbah organik sisa makanan di dapur,” jelasnya.
Senada dengan itu, Aisa Bela Sari menyampaikan alasan di balik pilihannya membuat produk manisan kulit semangka, yakni untuk mengurangi limbah, memanfaatkan sumber daya alam, dan menciptakan nilai tambah
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman yang diperoleh dengan membuat manisan ini adalah dapat mengembangkan kreativitas dan mengurangi dampak buruk pada lingkungan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments