Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, SD Muhammadiyah Plus Tamsis Kota Mojokerto menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan pada Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Menggali Potensi Literasi Pelajar Berkemajuan” tersebut tidak hanya diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6, tetapi juga melibatkan para wali murid.
Dalam kegiatan ini, siswa kelas 1-3 mengikuti lomba mewarnai yang dilaksanakan di kelas masing-masing. Sementara itu, siswa kelas 4-5 mengikuti pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan salah satu wartawan televisi Persyarikatan Muhammadiyah, Muhammad Kholid, yang berlangsung di lantai 3. Adapun siswa kelas 6 mengikuti kegiatan cooking yang dipusatkan di gedung depan.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Tamsis Kota Mojokerto, Rodliyah, mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan literasi siswa serta mencetak generasi yang berkemajuan.
“Selain beberapa kegiatan tersebut, juga ada lomba majalah dinding (mading) yang diikuti oleh siswa kelas 1-6. Anak-anak menyiapkan karya mereka masing-masing, mulai dari puisi, hasil kreasi mewarnai, pantun, hingga cerita pendek. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi siswa yang memiliki kreativitas di bidang literasi,” ujarnya.
Rodliyah juga menjelaskan bahwa, menurut rencana, SD Muhammadiyah Plus Tamsis Kota Mojokerto akan meluncurkan sebuah media berupa majalah siswa pada akhir tahun. Dalam majalah itu, seluruh siswa dapat menyalurkan berbagai bentuk kreativitas dan karya mereka untuk dimuat.
“Misalnya, hasil wawancara dengan beberapa tokoh penting atau pejabat publik nantinya dapat dipublikasikan di majalah tersebut,” jelasnya.
Melalui momentum Bulan Bahasa ini, ia juga berharap para siswa dapat mengenal dan memahami dunia jurnalistik sehingga lahir jurnalis cilik dari SD Muhammadiyah Plus Tamsis Kota Mojokerto.
“Dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, kami berharap siswa-siswi SD Muhammadiyah Plus Tamsis Kota Mojokerto semakin terampil dalam menulis. Nantinya, karya mereka dapat dimuat dalam majalah maupun ditayangkan di televisi kebanggaan warga Persyarikatan Muhammadiyah, tvMu,” pungkasnya.
Salah satu siswi kelas 4 Ishaq, Nava Rahadatul Aisy, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan jurnalistik. Ia bersama teman-temannya mendapatkan materi tentang konsep 5W + 1H, cara menjadi jurnalis profesional, bekal yang diperlukan saat melakukan peliputan hingga praktik langsung menulis berita dan mengambil video jurnalistik untuk televisi.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena sejak kelas 3 saya sudah tertarik pada dunia jurnalistik. Jurnalistik itu menyenangkan dan memungkinkan saya bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Saat pelatihan tadi, saya sangat menikmatinya. Semoga ke depan saya bisa bertemu Presiden Republik Indonesia untuk diwawancarai,” ungkapnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments