Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Mimbar Tarawih, Santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Serukan Kebersamaan

Iklan Landscape Smamda
Dari Mimbar Tarawih, Santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Serukan Kebersamaan
Dari Mimbar Tarawih, Santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Serukan Kebersamaan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan kembali menggelar kegiatan Kultum Keliling Ramadhan (Kulingdhon) 1447 H dalam rangkaian salat tarawih yang dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) di Musholla Al Ikhlas, Pesisir Kalianak.

Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh salah satu santri, Andika Pratama, dengan mengangkat tema “Bersatu di Masjid Lewat Terawih”. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa salat tarawih bukan sekadar ibadah malam untuk menambah pahala, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan umat Islam.

“Shalat tarawih bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kebersamaan. Ketika kita berdiri sejajar dalam satu shaf tanpa melihat status, jabatan, atau kekayaan, semuanya sama di hadapan Allah SWT. Kita membaca takbir yang sama, rukuk dan sujud ke arah yang sama. Inilah simbol persatuan umat,” tuturnya.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 10. Allah Swt berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”(QS. Al-Hujurat: 10) 

Ayat tersebut menjadi penguat bahwa Islam menegaskan pentingnya ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama muslim.

Selain itu, ia juga menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, “Orang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan.”

Dalam penjelasannya, Andika mengingatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat kehidupan umat Islam. Masjid menjadi tempat musyawarah, menuntut ilmu, berbagi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Tradisi tersebut, menurutnya, harus terus dihidupkan hingga saat ini.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Ketika kita datang ke masjid untuk tarawih, kita sedang melanjutkan warisan Rasulullah SAW. Kita saling menyapa dengan senyum, saling mendoakan dalam doa qunut dan sujud, bahkan berbagi air minum atau kurma. Hal-hal kecil itu sesungguhnya menguatkan tali silaturahmi,” ujarnya.

Ia juga mengutip sabda Nabi SAW,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin diperluas rezekinya dan diperpanjang umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari-Muslim).

Melalui momentum tarawih di bulan suci Ramadhan, para santri berharap masjid dapat terus menjadi ruang pemersatu umat. Tarawih bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga ruang untuk saling mengenal, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan Kulingdhon 1447 H ini pun menjadi bagian dari ikhtiar para santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan dalam menebarkan dakwah yang menyejukkan serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu