Vokalis band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disapa Noe, menegaskan bahwa kemajuan Indonesia hanya dapat terwujud apabila masyarakatnya mau bergotong royong, saling membantu, dan menghadirkan cahaya bagi sesama.
Pesan tersebut disampaikannya saat tampil pada puncak perayaan Milad Emas ke-50 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) di Auditorium KH AR Fachrudin, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Noe, kemajuan bangsa tidak cukup dibangun dengan kecerdasan intelektual dan capaian material semata, tetapi harus ditopang oleh empati sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Indonesia akan maju jika masyarakatnya mau memberi cahaya kepada orang-orang di sekitarnya. Dari kegelapan menuju cahaya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, minadzulumaati ilan nuur,” tegas Noe di hadapan ribuan alumni dan tamu undangan.
Noe menilai tema Milad Emas SMAMDA, Mencerahkan Umat, Membangun Peradaban Berkemajuan, sebagai tema yang sangat berat sekaligus menantang. Menurutnya, membangun peradaban bukan pekerjaan yang mudah, melainkan membutuhkan keteguhan hati, konsistensi, serta kesediaan untuk berjalan bersama dalam waktu yang panjang.
“Membangun peradaban itu butuh upaya yang luar biasa. Butuh keteguhan hati. Indonesia hari ini sedang butuh ditemani, butuh disengkuyung bareng-bareng,” ujarnya.
Penampilan Noe bersama Letto berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain membawakan lagu-lagu andalan seperti Lubang di Hati, Sandaran Hati, Permintaan Hati, Senyumanmu, Ruang Rindu, Sampai Nanti Sampai Mati, hingga Sebelum Cahaya, Noe juga mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu tradisional Gundul-Gundul Pacul.
Lagu tersebut dinyanyikan bersama dengan penuh semangat oleh para alumni lintas generasi. Menurut Noe, lagu-lagu tradisional perlu terus dikenalkan dan ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak tercerabut dari akar budaya bangsa.
“Kalau bapak-ibu masih kenal lagu ini, maka tugas kita adalah menanamkannya kepada generasi selanjutnya agar mereka tidak lupa asal-usulnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Noe mengajak murid, alumni, dan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama memajukan bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa anak muda memiliki peran strategis karena apa yang dilakukan hari ini akan menjadi penentu keberlanjutan cita-cita dan visi Indonesia ke depan.
“Kita akan semakin kuat jika saling mendukung, saling menguatkan, dan berpikir untuk kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi atau golongan,” pungkasnya.
Antusiasme penonton terlihat sepanjang penampilan Letto. Para penggemar dari berbagai usia tampak larut bernyanyi dan berulang kali meminta lagu tambahan setiap kali satu lagu usai dibawakan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments