Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (PA dan PP) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar Napak Tilas Pendiri Al Mizan, Sabtu (16/8/2025) di halaman Pondok Al Mizan 1.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-40 Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Lamongan dengan tema “4 Dasawarsa Al Mizan: Menebar Kebaikan, Membangun Generasi Berkemajuan.”
Acara ini dihadiri Ketua PDM Lamongan Drs KH Shodikin MPd, Ketua PCM Lamongan KH Drs Syaifuddin Zuhri MAg, para sesepuh pendiri, serta keluarga besar Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Dalam sambutannya, Mudir Al Mizan, Mujianto MPdI, mengajak hadirin menengok kembali jejak sejarah berdirinya lembaga ini. Ia menceritakan bagaimana pada awalnya Panti Asuhan Al Mizan hanya berawal dari tiga kamar sederhana, sekitar 40 tahun silam.
“Bangunan itu kecil, namun almarhum KH Drs H M Syukron sudah menanamkan visi jauh ke depan. Meski bernama panti asuhan, pola kehidupannya sejak awal menggunakan sistem pesantren. Inilah yang membuat Al Mizan berbeda,” ungkap Mujianto.
Beliau menegaskan, gagasan itu terbukti relevan hingga kini. “Profesi dai tidak akan pernah berhenti sampai akhir zaman. Maka Al Mizan sejak awal telah menyiapkan anak-anaknya dengan disiplin, apel harian, dan pendidikan ala pesantren,” lanjutnya.
Warisan Para Sesepuh
Mujianto juga mengenang kiprah para tokoh yang mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Ada KH Mulyadi yang gemar bercengkerama dengan santri, KH Muchtar Mastur yang selalu datang sejak Subuh untuk mengajar kitab, hingga kiai lainnya yang menanamkan keteladanan sederhana namun membekas hingga kini.
“Dari semangat mereka, Al Mizan mampu menebar nilai utama dan membangun generasi berkemajuan. Inilah warisan berharga yang kita syukuri hari ini,” ucapnya.

Dari Puluhan Santri ke Seribu Jiwa
Empat dasawarsa perjalanan membawa Al Mizan tumbuh pesat. Kini, jumlah santri mencapai sekitar 700 lebih orang yang tersebar di empat kampus: Al Mizan 1 Lamongan, Al Mizan 2 Putra, Al Mizan 3 Tumenggungan, dan Al Mizan 4 Tambakboyo. Jika ditambah dengan para ustadz, ustadzah, serta karyawan, total keluarga besar Al Mizan berjumlah sekitar seribu jiwa.
Prestasi demi prestasi pun lahir. Mulai dari tingkat lokal, kabupaten, nasional, hingga internasional. “Sudah ada enam cabang kegiatan yang menembus level internasional. Sementara di tingkat nasional sudah ratusan prestasi yang kita raih,” terang Mujianto penuh syukur.
Harapan ke Depan
Menutup sambutannya, Mudir Al Mizan menekankan bahwa rasa syukur 40 tahun perjalanan ini harus diwujudkan dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ia pun mengajak seluruh keluarga besar Al Mizan untuk terus konsisten menjaga eksistensi dan cita-cita pendiri.
“Kita ingin Al Mizan semakin siap menjadi sekolah internasional, dengan penguatan bahasa Arab dan Inggris sebagai bekal utama. Doakan agar ikhtiar ini dapat terwujud,” pungkasnya.
Empat puluh tahun bukanlah usia yang singkat. Dari tiga kamar sederhana hingga seribu jiwa yang bernaung di dalamnya, Al Mizan terus menebar kebaikan dan melahirkan generasi berkemajuan. Sebuah perjalanan penuh doa, perjuangan, dan keberkahan yang akan terus ditulis di lembar sejarah Muhammadiyah Lamongan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments