
PWMU.CO – Dua guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur, berkesempatan mengikuti ToT bagi fasilitator pelatihan pembelajaran mendalam guru tahap 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Guru di Malang, Jumat (27/6/2025).
Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 26 Juni–1 Juli 2025. Kedua guru SDMM tersebut adalah Zaki Abdul Wahid ST MPd dan Nur Aini Octafiya SPd.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Timur dan bertempat di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Kota Malang.
Pada hari pertama dan kedua, 26–27 Juni, kedua guru tersebut mendapatkan pembekalan cara mengerjakan materi menggunakan LMS (Learning Management System) selain pendalaman modul pertama tentang Growth Mindset atau bagaimana meningkatkan pola pikir yang berkembang.
Antonia Shanti Puspita SPd MSi sebagai penelaah teknis kebijakan dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Timur, menuturkan bahwa sebelum memahami pembelajaran mendalam, perlu terlebih dahulu mengubah mindset atau pola pikir.
“Untuk pola bertumbuh disampaikan di awal karena sebagai hal dasar agar keluar dari zona aman kita, dengan menghilangkan rasa takut, ingin membuka pemikiran baru dalam pembelajaran,” ujarnya di awal pemaparan pola pikir berkembang.
Untuk melihat seperti apa pola pikir seseorang, terdapat sepuluh pertanyaan identifikasi awal apakah seseorang itu tergolong pola pikir tetap (zona nyaman), pola pikir sempit, atau masuk pada pola pikir berkembang (growth mindset) yang selalu beralih ke zona berkembang penuh tantangan.
Dari sepuluh pertanyaan tersebut, nomor ganjil diberi huruf A dengan berbagai pernyataan yang dijawab dengan “setuju” dan “tidak setuju”; sedangkan nomor genap diberi huruf B. Peserta kemudian menghitung jumlah jawaban A dan B yang dominan untuk mengetahui kecenderungan pola pikir seseorang, apakah cenderung pada PPT (Pola Pikir Tetap) atau PPB (Pola Pikir Berkembang/Bertumbuh).
Selanjutnya, peserta TOT diminta untuk mencari tiga permasalahan dalam pembelajaran berdasarkan pengalaman mengajar sehari-hari yang teridentifikasi sebagai PPT, lalu diminta menemukan langkah-langkah untuk mengubahnya menjadi PPB dengan berbagai strategi.
Perbedaan PPT dan PPB
Berikut gambaran perbedaan PPT dan PPB:
PPT:
Siswa akan berkata, “Saya gagal berarti saya tidak mampu.”
“Saya akan menolak saat menerima tugas yang belum pernah saya kerjakan sebab risiko untuk gagal akan besar.”
PPB:
“Jika saya gagal, berarti saya butuh belajar lebih giat lagi dan terus mencoba lebih baik lagi.”
“Saya akan menerima pekerjaan yang belum pernah saya kerjakan sebab ini adalah peluang untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.”
Penulis Zaki Abdul Wahid Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments