Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Ruang Kelas ke Pelukan: Perjalanan Terakhir yang Berharga untuk Kelas 6 SD Mumtaz

Iklan Landscape Smamda
Dari Ruang Kelas ke Pelukan: Perjalanan Terakhir yang Berharga untuk Kelas 6 SD Mumtaz
Motivasi menjelang akhir perjuangan siswa kelas 6 SD Mumtaz (Inggit ferredika/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pagi ini, suasana Kompleks Masjid Al Mannar terasa berbeda, Sabtu (31/1/2026). Nuansa haru dan semangat baru mengiringi langkah siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) beserta orang tua mereka yang memadati dua tempat terpisah dalam satu harmoni.

Sebuah kegiatan motivasi khusus digelar, tidak hanya untuk mempersiapkan ujian, tetapi lebih jauh: mengukuhkan pondasi hati dan nilai-nilai keluarga sebagai bekal kehidupan.

Di Masjid Al Mannar, suara lantang penuh semangat Muhammad Nasar Haqiqi, M.Pd., memecah kesunyian. Dengan tema “Muliakan Orang Tuamu, Allah Muliakan Hidupmu”, ia menyentuh relung hati para siswa Mumtaz.

Pesannya sederhana namun mendalam: bahwa kesuksesan sejati bermula dari bakti, dari rasa hormat yang tulus kepada orang tua yang telah berjuang siang dan malam. Sorot mata para siswa tampak berbinar, sesekali terdengar isak tangis tersembunyi saat kisah-kisah ketulusan orang tua diceritakan.

Menjadi Orang Tua yang Sesungguhnya

Sementara itu, di Aula Mas Mansyur yang tak jauh dari masjid, para orang tua kelas 6 duduk khidmat menyimak paparan Nofan Arifianto S.Pd.I., M.Pd. Dengan tema “Menjadi Orang Tua yang Sesungguhnya untuk Buah Hati.”

Ia mengajak refleksi bersama tentang peran yang tidak hanya sekadar menyediakan kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi pendengar setia, teladan karakter, dan sumber motivasi utama bagi anak-anak mereka. Diskusi pun mengalir hangat, penuh kejujuran dan kerinduan untuk mempererat ikatan dengan sang buah hati.

Puncak dari kegiatan pagi itu adalah momen yang mungkin tak akan terlupakan bagi seluruh keluarga besar SD Mumtaz yang hadir. Di akhir sesi, seluruh siswa kelas 6 berkumpul bersama orang tua masing-masing.

Sebuah keheningan penuh makna terjadi saat surat-surat berbalas ditukarkan. Saling bertukar surat menjadi inti dari keharuan itu. Kertas-kertas yang berisi curahan hati, permintaan maaf, ucapan terima kasih, dan janji-janji manis dibaca dalam dekapan hangat.

Momen mengharukan pun terjadi. Ananda duduk atau berdiri di samping orang tuanya, masing-masing memegang selembar kertas berharga. Suasana hening seketika, hanya terdengar suara-suara parau yang berusaha dikendalikan. Mata anak-anak mulai berkaca-kaca saat membaca kata demi kata yang ditulis dengan tulus oleh ayah atau ibunya.

Di sisi lain, para orang tua tak kuasa menahan tangis saat membaca ungkapan cinta, permohonan maaf, dan janji untuk berbakti yang dituliskan oleh buah hati mereka dengan tulisan yang masih mungil dan polos. Air mata tak terbendung mengalir di pipi banyak orang, baik anak maupun orang tua.

Mereka kemudian berpelukan erat, melepas rindu dan salah, menguatkan komitmen untuk saling mendukung di sisa perjalanan menuju gerbang kelulusan dan seterusnya.

Bertukar foto dan berpelukan pun berlangsung dalam kebahagiaan yang terasa begitu dalam. Kegiatan yang penuh emosi ini kemudian ditutup dengan foto bersama besar-besaran, mengabadikan senyum yang telah dibasuh air mata kebahagiaan.

Bukan hanya sekadar acara, pagi ini adalah pengingat bagi komunitas SD Mumtaz bahwa di balik semua target akademis, ada ikatan cinta keluarga yang perlu terus dipupuk. Sebuah persiapan mental dan spiritual yang ternyata, jauh lebih berharga untuk bekal anak-anak hebat Mumtaz melangkah ke jenjang berikutnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu