PWMU.CO – Siapa sangka, uang jajan seribu rupiah bisa menjadi pintu masuk anak-anak untuk belajar membangun masa depan? Semangat itulah yang diusung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kelompok 2 dari Program Studi Manajemen saat menggelar kegiatan edukasi Gemar Menabung di UPT SDN 119 Gresik, Rabu (30/7/2025).
Dengan wajah ceria dan mata penuh rasa ingin tahu, puluhan siswa-siswi berkumpul di halaman sekolah. Di tangan mereka tergenggam celengan dari botol bekas, kaleng, hingga karton susu yang sudah dihias warna-warni. Bukan sekadar kerajinan, celengan itu adalah simbol dari langkah awal menuju kemandirian.
Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi ringan mengenai pentingnya menabung. Disampaikan dengan metode bercerita dan visual menarik, anak-anak diajak memahami bahwa uang tidak selalu harus dihabiskan. Menyisihkan sedikit demi sedikit uang jajan bisa menjadi kebiasaan baik yang mendidik mereka menjadi pribadi disiplin, hemat, dan berpikir ke depan.
“Menabung itu bukan hanya soal uang, tapi juga tentang membangun kebiasaan baik dan mengatur prioritas sejak kecil,” ujar Rismabella, mahasiswa KKN yang menjadi pemateri hari itu.
Tak hanya mendengarkan, para siswa juga diajak mengikuti kuis interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung menyisihkan uang ke dalam celengan. Mereka tampak semangat dan percaya diri saat menjawab pertanyaan tentang manfaat menabung.
Koordinator kegiatan, Faiqoh, menyampaikan harapannya.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa meraih cita-cita itu tidak cukup hanya dengan mimpi, tapi juga dengan perencanaan. Dan menabung adalah salah satu langkah nyata ke sana,” harapnya.
Guru-guru pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap literasi keuangan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari kebiasaan harian siswa di sekolah.
Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah kepada peserta aktif, sorak sorai pun terdengar mengiringi akhir acara. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini bukan sekadar menjalankan program, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan yang akan terus tumbuh bersama celengan kecil para siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments