Suasana Ramadan terasa hangat di lingkungan SD Muhammadiyah 4 Zamzam Sukodono saat ratusan siswa mengikuti kegiatan Darul Arqom 1447 H, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan spiritual sekaligus penanaman nilai kepedulian sosial bagi para siswa.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Gerakan Islami yang Penuh Berkah dengan Semangat Kemandirian dan Ukhuwah Islamiyyah,” kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas keislaman yang dirancang untuk menumbuhkan karakter religius sejak dini.
Ketua pelaksana kegiatan Rachma Amalia S.H. menjelaskan bahwa Darul Arqom merupakan sarana pembinaan khas Muhammadiyah yang bertujuan menanamkan nilai iman, ilmu, dan amal kepada para siswa.
“Melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya belajar tentang ibadah secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Kami ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum pendidikan karakter yang bermakna bagi mereka,” ujarnya.
Belajar Ibadah Sejak Dini
Kegiatan Darul Arqom dimulai sejak pagi hari dengan pembiasaan shalat dhuha berjamaah yang diikuti siswa kelas 4 hingga kelas 6 di halaman sekolah. Setelah itu, para siswa mengikuti praktik shalat Id serta praktik wudhu yang dipandu oleh para guru.
Penanggung jawab kegiatan Herman S.Ag., M.Pd. menuturkan bahwa pendidikan di sekolah Muhammadiyah tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan kebiasaan ibadah.
“Pendidikan Muhammadiyah menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Anak-anak perlu dibiasakan menjalankan ibadah dengan benar sekaligus memahami makna di baliknya,” jelasnya.
Memasuki sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan khotmil Qur’an yang diikuti seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di halaman sekolah, menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kekhusyukan.
Dongeng Islami yang Menginspirasi
Keceriaan semakin terasa saat sesi dongeng Islami yang dibawakan oleh Kak Fathin. Dengan gaya bercerita yang interaktif, Kak Fathin menyampaikan kisah-kisah inspiratif yang sarat pesan moral kepada para siswa.
Cerita tersebut semakin hidup dengan kehadiran boneka bernama Fathan yang mengundang tawa sekaligus mengajak siswa memahami pentingnya berbuat baik kepada sesama.
“Ramadan adalah bulan untuk memperbanyak kebaikan. Jika kita berbuat baik kepada orang lain, maka kebaikan itu juga akan kembali kepada kita,” ujar Kak Fathin di hadapan para siswa.
Salah satu siswa kelas 5 mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Seru sekali. Selain belajar tentang ibadah, kami juga bisa mendengarkan dongeng dan berbagi takjil kepada orang lain,” katanya dengan penuh antusias.
Wujud Kepedulian Sosial
Nilai kepedulian sosial yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah juga diwujudkan melalui kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Menjelang waktu berbuka puasa, perwakilan siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan gerbang sekolah.
Kegiatan ini mencerminkan spirit teologi Al-Ma’un, yaitu ajaran Muhammadiyah yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama.
Darul Arqom tahun ini juga dihadiri oleh anak-anak dari Panti Asuhan Al Insan serta perwakilan Ikatan Wali Murid (IKWAM) SD Muhammadiyah 4 Zamzam, sehingga suasana kebersamaan semakin terasa.
Menjelang waktu maghrib, seluruh peserta berkumpul untuk melaksanakan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam Muhammad Anas Fikri S.Pd., M.AP. berharap kegiatan Darul Arqom dapat menjadi sarana pembentukan karakter Islami bagi para siswa.
“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak belajar tentang ibadah, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Melalui kegiatan Darul Arqom ini, SD Muhammadiyah 4 Zamzam berupaya menanamkan nilai-nilai Islam yang hidup dalam tindakan nyata. Dari pembiasaan ibadah hingga aksi berbagi kepada masyarakat, para siswa diajak memahami bahwa keimanan tidak hanya diwujudkan dalam hubungan dengan Allah, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments