Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Definisi Iman dan Dosa Menurut Rasulullah

Iklan Landscape Smamda
Definisi Iman dan Dosa Menurut Rasulullah
pwmu.co -
Definisi Iman dan Dosa Menurut Rasulullah (ilustrasi freepik.com)

Apa Itu Dosa?

Selanjutnya Rasulullah ditanya tentang apakah itu dosa? Rasulullah menjawab dengan sederhana pula bahwa dosa itu adalah apa yang di dalam hati kita menolaknya. Dengan demikian dosa sesuatu yang tidak disukai oleh hati kita, karena tidak sesuai dengan fitrah diri kita yang suci yang berasal dari dzat Yang Maha Suci.

Al-Itsm atau dosa banyak tercantum pula di dalam al-Quran, yang semua itu harus dihindari sedemikian rupa, dan pengingat bahwa perbuatan itu termasuk al-itsm ada dalam diri kita sendiri yaitu hati yang dapat menyaring apakah itu termasuk al itsm atau tidak. 

Al-itsm ada yang terkategori al-kabair atau yang besar dan yang terkategori ash-shaghairatau yang kecil. Baik yang kecil apalagi yang besar haruslah dihindari. Karena al istm ini yang menyebabkan kotornya diri dan kita akan kehilangan kejernihan jiwa. 

وَٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٰحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُواْ هُمۡ يَغۡفِرُونَ  

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf: asy-Syura: 37

ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلۡمَغۡفِرَةِۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ أَنتُمۡ أَجِنَّةٞ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ  

(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (an-Najm: 32)

Tidak ada manusia yang sempurna, setiap insan berpotensi melakukan al itsm. Maka dengan potensi iman, al itsm itu dapat di hindari atau diminimalisir sekecil-kecilnya. Dan ketika hal itu secara pasti tidak dapat dihindarinya maka Allah membuka pintu ampunannya secara terus-menerus.

Jadi penghapus dari al itsm itu adalah memohon ampun kepada Allah dan sekaligus ada tekad dalam diri untuk berusaha tidak mengulanginya lagi. Jikapun terulang maka tidak perlu malu untuk mohon ampun dan mohon ampun terus kepada Allah, pintu ampunan Allah terbuka dan tidak pernah. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu