Suara lantang siswa memenuhi halaman Perguruan Muhammadiyah Bulubrangsi, Laren, Lamongan, pada Senin pagi (11/8/2025). Di bawah langit cerah, bendera Merah Putih berkibar megah menjadi saksi Deklarasi Anti-Bullying yang dilaksanakan bersamaan dengan upacara gabungan bersama MI Muhammadiyah 3 Bulubrangsi.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas upacara bendera, melainkan gerakan nyata untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berdiri tegak dengan penuh antusias mengikuti jalannya upacara.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Helmi Rohmanto SPdI, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghentikan bullying.
“Bullying tidak hanya melukai fisik, tetapi juga meninggalkan luka batin yang sulit sembuh. Mulai hari ini, kita semua harus menjadi pelindung, bukan pelaku. Jadikan madrasah ini rumah kedua yang penuh kasih sayang,” ujarnya.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan pemberian apresiasi. Kelas VII terpilih sebagai siswa berkarakter terbaik, sementara predikat kelas terbersih dan terindah diraih oleh Kelas IX.
Momen yang paling dinanti pun tiba: penandatanganan Deklarasi Anti-Bullying. Siswa, guru, dan pimpinan madrasah maju satu per satu untuk membubuhkan tanda tangan pada banner besar bertuliskan “Deklarasi Anti-Bullying di Lingkungan MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Laren Lamongan”. Tanda tangan tersebut menjadi simbol persatuan dalam komitmen bersama menciptakan madrasah ramah tanpa kekerasan.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Ahmad Fendi SH, mengapresiasi inisiatif ini.
“Hari ini kita menandatangani bukan hanya di kertas, tetapi juga di hati. Semoga janji ini menjadi budaya yang terus hidup di madrasah kita,” ungkapnya penuh harap.
Deklarasi ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menanamkan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil ‘Alamin dan Pelajar Berkemajuan. Diharapkan, siswa semakin peka terhadap lingkungan sekitar, mampu berempati, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan di madrasah.
Dengan semangat kebersamaan, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Laren, Lamongan, percaya bahwa langkah ini akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, di mana setiap siswa merasa dihargai, diterima, dan bebas berkembang tanpa rasa takut.






0 Tanggapan
Empty Comments