
PWMU.CO – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MA Muhammadiyah 06 Payaman Lamongan menggelar Deklarasi Anti Bullying sebagai salah satu rangkaian kegiatan FORTASI 2025 (Forum Ta’aruf dan Orientasi), Kamis malam (17/7/2025).
Kegiatan tersebut bertempat di Perguruan Muhammadiyah Payaman, kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi MA Muhammadiyah 06 Payaman dengan penuh semangat.
Deklarasi ini menjadi langkah penting dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Deklarasi Anti Bullying dilakukan sebagai simbol kesadaran dan komitmen bersama di antara pelajar. Dalam deklarasi tersebut, seluruh siswa menandatangani pernyataan komitmen secara bergiliran di hadapan pengurus PR IPM dan para panitia.
Suasana tampak penuh keseriusan saat satu per satu siswa maju untuk membubuhkan tanda tangan mereka. Hal ini menjadi simbol bahwa setiap pelajar bertanggung jawab untuk menolak segala bentuk perundungan dan menjaga kenyamanan teman-temannya di madrasah.
Ketua PR IPM MA Muhammadiyah 06 Payaman, melati menyampaikan bahwa deklarasi ini bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan sebuah janji moral.
“Sekolah adalah rumah kedua kita. Dengan deklarasi ini, kita semua berjanji akan saling menjaga, mendukung, dan menciptakan suasana belajar yang damai, tanpa rasa takut atau tekanan dari teman sebaya,” ujarnya.
Deklarasi ini menjadi sangat penting mengingat sekolah adalah tempat pertumbuhan karakter dan kepribadian anak. Lingkungan yang tidak aman akan menghambat proses belajar mengajar dan perkembangan psikologis siswa.
Pengingat Moral

Dengan adanya deklarasi seperti ini, diharapkan:
– Meningkatkan Kesadaran Kolektif, Pelajar sadar akan tanggung jawab mereka dalam menjaga suasana belajar yang positif dan saling menghormati.
– Menciptakan Rasa Aman dan Nyaman, Setiap siswa merasa terlindungi dan bebas beraktivitas tanpa rasa takut.
– Membangun Budaya Saling Mendukung, Siswa diharapkan menjadi sahabat bagi satu sama lain, bukan justru menimbulkan tekanan sosial di lingkungan sekolah.
– Mencegah Potensi Konflik Sejak Dini, Komitmen bersama ini menjadi langkah preventif agar tidak ada tindakan yang mengarah pada perundungan.
Deklarasi ini juga diharapkan menjadi pengingat moral bagi setiap pelajar bahwa mereka adalah bagian dari upaya menciptakan sekolah yang sehat, ramah, dan kondusif bagi proses belajar.
Dengan terlaksananya deklarasi ini, PR IPM MA Muhammadiyah 06 Payaman menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor gerakan positif di kalangan pelajar. Harapannya, gerakan ini bukan hanya berhenti pada acara FORTASI, tetapi menjadi budaya sekolah yang melekat dalam keseharian siswa.
“Deklarasi ini harus benar-benar kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat acara berlangsung. Karena sekolah yang aman dan nyaman adalah tanggung jawab kita semua,” tutup Ketua Panitia FORTASI 2025 dengan penuh harap.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Deklarasi Anti Bullying ini menjadi awal langkah nyata membangun generasi pelajar yang berkarakter mulia, peduli sesama, dan siap menciptakan lingkungan belajar yang ramah untuk semua. (*)
Penulis Helmy Choiriyanto Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments