Di halaman SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya, sebuah motor Yamaha berwarna biru tahun 2013 tampak berdiri sederhana. Bagi sebagian orang, kendaraan itu mungkin tak lebih dari alat transportasi biasa.
Namun, bagi Kepala Sekolah SD Musix, Munahar, SHI, MPd, motor berkapasitas 113cc tersebut adalah saksi bisu perjalanan dakwah dan pengabdiannya selama lebih dari satu dekade.
Kini, motor kesayangan itu akan dilepas melalui sebuah lelang. Bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi mengawali pembangunan Gedung Gen Q Center—gedung impian yang dirancang sebagai pusat pembelajaran Qur’anic and International Insight.
“Motor ini sudah menemani perjuangan saya sejak awal. Dari sekolah Muhammadiyah yang hampir tutup, hingga kini dipercaya mengembangkan SD Muhammadiyah 6. Semoga saat dilepas, motor ini tetap menjadi amal jariyah bagi pendidikan,” ujar panitia pembangunan, mengutip pesan sang kepala sekolah, Jumat (19/9/2025).
Lelang dibuka dengan harga awal Rp 2 juta. Setiap rupiah hasil lelang akan dipersembahkan sepenuhnya untuk pembangunan gedung baru yang menelan biaya hingga Rp 9 miliar.
Pembangunan Gedung Gen Q Center bukan proyek kecil. Dengan target enam lantai, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Namun, semangat gotong-royong justru semakin terasa.
Hingga kini, dana yang terkumpul baru mencapai Rp 1,5 miliar. Panitia pembangunan pun membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut andil. Bentuk dukungan tak hanya berupa uang, tapi juga bahan bangunan.
“Bahkan Rp 10 ribu pun kami terima dengan penuh syukur,” tutur Bendahara Panitia, Luluk Humaidah.
Dia yang juga istri almarhum Nadjib Hamid, MSi itu mengungkapkan rasa harunya melihat 100 sak semen yang terkumpul dari para donatur. “Semoga semuanya menjadi amal jariyah. Aamiin.”
Partisipasi datang dari berbagai pihak—wali murid, alumni, guru, karyawan, tokoh Muhammadiyah, hingga masyarakat sekitar. Tak ketinggalan, para siswa juga turut menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ikut berkontribusi.

Langkah nyata sudah dimulai. Pada Rabu, 17 September 2025, pekerjaan pondasi strous pile resmi dikerjakan. Targetnya, akhir September pondasi selesai, lalu pembangunan lantai satu hingga dek lantai dua dapat rampung pada Desember.
Bagi masyarakat yang ingin ikut serta dalam amal jariyah ini, panitia menyediakan jalur donasi resmi. Dana bisa ditransfer melalui rekening:
- BSI 2462100925 a.n. Pembangunan Gedung Gen Q Center
- KB Bukopin Syari’ah 8800764034 a.n. SD Muhammadiyah 6
- BCA 6265179219 a.n. Muhammad Barid / Luluk Humaidah
Jika ingin berdiskusi atau menyalurkan bantuan secara langsung, panitia bisa dihubungi melalui nomor telepon:
- Luluk Humaidah (Bendahara): 0821-4039-9956
- Ustaz M. Barid (Ketua Panitia): 0822-2955-6170
- Ustaz Munahar (Kepala Sekolah): 0878-5396-7712
“Semoga apa yang dititipkan para hamba Allah ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” tutur Bu Luluk penuh harap.
Gedung Impian Generasi Qur’ani
Gedung Gen Q Center tidak sekadar bangunan megah. Menurut Ustaz Munahar, konsepnya adalah Qur’anic and International Insight.
“Qur’anic artinya siswa tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tapi juga mengamalkan nilai-nilainya. Sedangkan International Insight kami wujudkan lewat kelas internasional (ICP) dan pembelajaran turjuman Al-Qur’an,” jelasnya.
Gedung enam lantai ini sarat makna. Angka enam dipilih selaras dengan nama sekolah sekaligus simbol enam rukun iman. Harapannya, para “Sahabat Gen-Q”—sebutan bagi siswa—tumbuh dengan iman yang kuat, yang akan menjadi dasar kesuksesan mereka di manapun berada.
Secara desain, gedung akan tampil modern, transparan, dengan tulisan surat Al-Fatihah menghiasi fasad. Lantai satu difungsikan sebagai masjid yang terbuka untuk masyarakat umum, lantai dua untuk kantor, lantai tiga hingga lima untuk ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium, sedangkan lantai enam akan menjadi aula serbaguna. Lift dan fasilitas digital melengkapi fungsi modernnya.
Di balik semangat besar membangun Gedung Gen Q Center, lelang motor pribadi Ustaz Munahar menjadi simbol kecil yang sarat makna: bahwa pendidikan memerlukan pengorbanan.
Motor biru yang pernah menjadi saksi perjalanan dakwahnya mungkin tak lagi berparkir di halaman sekolah, namun semangat pengorbanan itu akan terus menggerakkan setiap bata yang tersusun—menuju lahirnya generasi Qur’ani yang berwawasan global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments