Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dengan Izin-Nya, Puasa dan Al-Qur’an Menjadi Syafaat bagi Manusia

Iklan Landscape Smamda
Dengan Izin-Nya, Puasa dan Al-Qur’an Menjadi Syafaat bagi Manusia
Drs. H. Saudi Rahman menyampaikan khutbah Jumatnya di Masjid At - Taqwa Giri. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pada hari ketiga Ramadan 1447 H, Jumat (20/2/2026), jamaah shalat Jumat di Masjid At-Taqwa Giri, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, Gresik, mendapatkan khutbah tentang syafaat puasa dan Al-Qur’an bagi hamba Allah.

Bertindak sebagai khatib, Drs. H. Saudi Rahman membuka khutbahnya dengan mengajak jamaah bersyukur karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadan.

“Kita termasuk hamba yang beruntung karena dipertemukan dengan Ramadan. Di bulan inilah waktu yang tepat untuk mengabdikan diri, sebab pada akhirnya kita akan kembali kepada-Nya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Ramadan merupakan momentum terbaik untuk mengubah perbuatan buruk menjadi kebaikan. Dengan bekal takwa dan sikap ulul albab (orang-orang yang berakal), seorang Muslim akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Namun, Saudi mengingatkan bahwa masih banyak manusia yang lalai terhadap tujuan penciptaannya. Tidak sedikit yang lebih mementingkan urusan dunia dan mengikuti hawa nafsu daripada mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Ia juga menyinggung makna ungkapan inni akhafullah (sesungguhnya aku takut kepada Allah), yang mengandung hikmah bahwa setiap perbuatan di dunia kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa ada orang yang beribadah, tetapi tidak memperoleh hasil apa pun dari ibadahnya. Mengutip hadis riwayat Ath-Thabrani, ia menyampaikan, “Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Padahal, tegas Saudi Rahman, puasa dan Al-Qur’an kelak dengan izin Allah dapat menjadi pemberi syafaat bagi seorang hamba.

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba. Puasa berkata: ‘Wahai Rabbku, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka jadikanlah aku pemberi syafaat baginya.’ Al-Qur’an berkata: ‘Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.’ Maka keduanya diberi kewenangan untuk memberi syafaat,” jelasnya, mengutip hadis riwayat Ahmad, Ath-Thabrani, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim dari Abdullah bin ‘Amr.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa syafaat tetap berada dalam kuasa Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 255, tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah kecuali dengan izin-Nya.

Di akhir khutbah, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah agar puasa dan Al-Qur’an benar-benar menjadi syafaat di hari akhir kelak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu