Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Tuban turut berpartisipasi dalam Puncak Milad ke-28 IGABA Jawa Timur yang digelar di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang, pada Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan akbar ini diikuti oleh perwakilan IGABA dari berbagai daerah di seluruh Jawa Timur, dengan tujuan mempererat silaturahmi, memperkuat komitmen dakwah pendidikan anak usia dini, serta meneguhkan peran strategis guru Aisyiyah dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Dengan semangat luar biasa, rombongan IGABA Kabupaten Tuban berangkat dari Kota Tuban pada pukul 03.00 WIB.
Keberangkatan dini hari tersebut menjadi bukti nyata komitmen para guru Aisyiyah untuk hadir tepat waktu dan berpartisipasi penuh dalam seluruh rangkaian acara. Meski perjalanan memakan waktu beberapa jam, namun antusiasme mereka tetap tinggi.
Selain untuk bergembira bersama dalam perayaan Milad, tujuan utama mereka adalah mengikuti seminar pendidikan bertajuk “Melejitkan Guru PAUD Aisyiyah”, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, S.Pd.
Ketua PW IGABA, Eulis Su’adah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk generasi emas bangsa.
“Saya mengajak seluruh guru PAUD Aisyiyah untuk selalu semangat berjuang dalam PAUD serta istikamah dalam mendidik generasi bangsa,” tuturnya.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan menghiasi jalannya acara. Lebih dari 800 peserta hadir dalam perayaan Milad ke-28 IGABA ini.
Dalam materinya, Wahyudi menyampaikan bahwa hidup merupakan pilihan. Ia menekankan pentingnya mendidik dengan hati yang ikhlas, mengubah diri sendiri sebelum mengubah orang lain, mendoakan semua anak didik, dan selalu berpikir positif.
Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh canda, ia menyatakan bahwa kita harus selalu berperan 100 persen dalam segala hal, baik sebagai pendidik, orang tua, maupun istri.
“Jangan pernah membagi waktu saat berhadapan dengan peran kita,” tegasnya.
Selain sesi seminar, kegiatan juga dimeriahkan dengan penyerahan penghargaan bagi guru yang mengikuti lomba jurnalistik menulis kisah inspiratif dan lomba membuat desain batik, yang diikuti oleh 36 peserta dari masing-masing kabupaten atau kota.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan menghiasi jalannya acara, mencerminkan makna mendalam dan motivasi yang terkandung dalam perayaan Milad ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments