Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dengki Perusak Sosial dan Kebaikan

Iklan Landscape Smamda
Dengki Perusak Sosial dan Kebaikan
Hilman Sueb. (Dok Pribadi/PWMU.CO)
Oleh : Hilman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan
pwmu.co -

Orang yang memiliki penyakit dengki tidak merasa senang ketika orang lain memperoleh kelebihan. Dalam istilah populer, sikap ini sering disebut SMS—senang melihat orang lain susah atau susah melihat orang lain senang.

Dengki atau hasad adalah perasaan negatif yang mendalam. Ia tidak hanya menginginkan kenikmatan orang lain hilang, tetapi juga berharap kenikmatan tersebut berpindah kepada dirinya. Karena itu, penyakit hati ini harus benar-benar dijauhi, sebab dapat merusak hubungan antarsesama dan menghancurkan amal kebaikan yang telah dirangkai.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).

Sungguh, bila kedengkian telah merasuk ke dalam jiwa, ia akan melahirkan pikiran-pikiran negatif, membuka pintu maksiat, membuat hati gelisah, dan pikiran menjadi kacau serta tidak fokus. Semua energi tercurah untuk memikirkan cara menjatuhkan orang lain. Ia ingin menjadi nomor satu dan tidak tersaingi, hingga menutup mata terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala melarang sikap iri dan dengki sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nisa’ ayat 32:

 “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.”

Orang yang iri dan dengki merasa dirinya lebih dari orang lain dan tidak mau dikalahkan. Padahal kedengkian justru memakan kebaikan-kebaikan, laksana api yang melahap kayu bakar. Bahkan, ia dapat menghancurkan amal saleh yang telah dikumpulkan. Ini merupakan kerugian besar yang sering kali tidak disadari pelakunya.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan agar orang beriman tidak memiliki sifat dengki karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Orang yang dengki hidup dalam kegelisahan dan ketidaktenangan. Ibnu Jauzi rahimahullah berkata, “Rasa hasad dapat menyebabkan seseorang sulit tidur di malam hari, hilang nafsu makan, pucat warna kulitnya, buruk perangainya, dan panjang dukanya.”

Ingat Allah, Penangkal Dengki

Seorang mukmin seharusnya menjadi pribadi yang tenang karena senantiasa mengingat Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra‘d ayat 28:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

Dengan mengingat Allah, hati akan tenteram dan terjaga dari perbuatan tercela, termasuk sifat dengki.

Tiga Cara Mengobati Dengki

Pertama : hendaklah seseorang menyadari dan meyakini adanya takdir atas seseorang mengubahnya sedikitpun. Segala kebijaksanaan yang telah ditentukan pasti terjadi.

Kedua : Menyukuri nikmat Allah yang diberikan kepadanya, dengan cara mencukupkan yang ada, dang ada dianggap cukup.

Ketiga : Menghidupkan perasaan senang dan bahagia. agar memiliki refleksi untuk menghormati dan memuliakan orang lain. Semoga sederhana ini bermanfaat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu