Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI mengunjungi SD Muhammadiyah 3 (SD Muga) Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (13/11/2025) pukul 13.30 WIB.
Rombongan deputi terdiri dari Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa, SKM., M.KKK, serta Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Kesehatan, Ir. Redemtus Alfredo Sani Fenat, MAB. Hadir pula Tim World Food Program (WFP) Indonesia, yaitu Agatha dan Asthryda, serta perwakilan dari Balitbangda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.
Sebagai tuan rumah, penyambutan dilakukan oleh Kepala SD Muhammadiyah 3 Pandaan, Luqman Wahyudi, M.Pd, bersama perwakilan Dikdasmen PCM Pandaan, Pengawas Sekolah SD Kecamatan Pandaan, Ketua dan Sekretaris K3SD Kecamatan Pandaan, Camat Pandaan, Kepala Puskesmas Pandaan, serta Komite Sekolah SD Muga.
Rangkaian acara mulai dari penyambutan oleh pendekar-pendekar kecil Tapak Suci SD Muga, pembukaan, hingga penutupan berlangsung lancar dan hangat.
SD Muga Menjadi Sekolah Model Tingkat Nasional
Dalam sambutannya, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan menyampaikan bahwa SD Muhammadiyah 3 Pandaan merupakan salah satu dari enam sekolah model terpilih di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, sekolah model serupa juga ditetapkan di Kabupaten Kupang dan Tanah Toraja, sehingga total terdapat tiga kabupaten di Indonesia yang menjadi lokasi proyek sekolah model.
Ia berharap sekolah model ini mampu mengimplementasikan rencana tindak lanjut terkait model peningkatan gizi sekolah dasar yang terintegrasi, serta dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, baik di Kecamatan Pandaan maupun Kabupaten Pasuruan. Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kekurangan gizi atau stunting, obesitas, dan anemia pada anak usia sekolah.
Dukungan dari World Food Program
Perwakilan WFP Indonesia, Agatha, selaku Officer SBBC and Social Protection, menyampaikan bahwa kunjungan mereka merupakan bagian dari Scoping Mission untuk mendukung implementasi Permenko PMK No. 1 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN PIJAR) di Kabupaten Pasuruan.
Ia mengapresiasi koordinasi yang sangat baik di Kabupaten Pasuruan, mulai dari Bappelitbangda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Sosial. Menurutnya, semangat dan kerja sama lintas sektor dalam memajukan gizi anak usia sekolah sangat luar biasa.
WFP juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan rencana tindak lanjut (RTL) pengimbasan, baik kepada sesama guru, pendamping PKH, peserta didik, maupun orang tua/wali murid. Sinergi bersama Puskesmas juga diperlukan untuk pembaruan dan peninjauan MoU. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf jika terdapat kekurangan selama masa pendampingan.
Harapan dari SD Muhammadiyah 3 Pandaan
Kepala SD Muga, Luqman Wahyudi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kunjungan Deputi Kemenko PMK, para asisten deputi, Tim WFP, dan seluruh tamu undangan.
Menurutnya, program ini sangat berharga karena mampu melahirkan ide, inovasi, dan kreativitas baru bagi sekolah. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus berlanjut untuk mendukung peningkatan mutu sekolah.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Namun kami berharap bimbingan dan masukan dari semua pihak agar pelaksanaan program ini semakin baik,” ujarnya. Ia menutup dengan permohonan maaf dan harapan bahwa program ini menjadi amal kebaikan yang membawa manfaat bagi semua. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments