Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Di Balik Layar, Ada Hisab atas Setiap Kata

Iklan Landscape Smamda
Di Balik Layar, Ada Hisab atas Setiap Kata
foto: sonarplatform.com
Oleh : Ferry Is Mirza Staf Pengajar AIK UMM
pwmu.co -

Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Takwa bukan hanya tercermin dalam ibadah ritual semata, tetapi juga dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari, termasuk dalam cara berbicara dan menulis.

Salah satu wujud nyata ketakwaan adalah menjaga lisan maupun tulisan, terlebih di era digital saat ini.

Pada zaman ketika jari-jari kita lebih sering berbicara daripada mulut, kata-kata, tulisan, dan informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial.

Satu kalimat yang kita tulis di pagi hari, bisa dibaca ribuan orang dalam hitungan menit, bahkan disalahpahami dan berdampak panjang.

Menjaga lisan bukan sekadar menahan ucapan secara verbal, tetapi juga mencakup apa yang kita ketik, unggah, komentari, dan bagikan di dunia maya.

Tidak jarang seseorang yang santun ketika berbicara langsung, justru menjadi kasar dan mudah menghakimi saat berada di balik layar ponsel.

Padahal, nilai sebuah ucapan di hadapan Allah tidak ditentukan oleh medianya, melainkan oleh niat dan dampaknya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai contoh sederhana. Misalnya, seseorang menerima pesan berantai di grup keluarga tentang isu tertentu yang belum jelas kebenarannya. Karena emosi atau merasa “ingin berbagi”, pesan itu langsung diteruskan tanpa verifikasi.

Tak lama kemudian, muncul kegaduhan, saling curiga, bahkan perselisihan antaranggota keluarga. Dari satu pesan singkat, suasana harmonis bisa berubah menjadi tegang. Di sinilah pentingnya menjaga lisan dan tulisan, meski hanya lewat layar kecil di genggaman kita.

Banyak faktor yang dapat mendorong seseorang tergelincir dalam perbuatan yang mudarat dalam menjaga lisan maupun tulisan.

Pengaruh lingkungan keluarga, pergaulan, tekanan sosial, hingga budaya “viral” yang mengagungkan sensasi sering kali membuat kita lupa akan batasan adab.

Keinginan untuk diakui, didengar, atau dianggap benar terkadang mengalahkan kehati-hatian dan kebijaksanaan.

Untuk tetap istiqamah dalam menjaga lisan dan tulisan, diperlukan niat yang kuat dan keteguhan iman.

Kita perlu melatih diri untuk berhenti sejenak sebelum berbicara atau menulis: apakah kalimat ini membawa manfaat, atau justru melukai?

Apakah tulisan ini mendekatkan pada kebaikan, atau menambah dosa? Kesadaran semacam ini menuntut kedewasaan spiritual dan kecerdasan hati.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan kita dalam Surah Az-Zumar ayat 9:

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang-orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.

Ayat ini menegaskan bahwa orang berilmu adalah mereka yang berhati-hati dalam setiap langkahnya.

Mereka berpikir sebelum berbicara, menimbang sebelum bertindak, dan menyadari konsekuensi dari setiap ucapan maupun tulisan. Orang berakal tidak tergesa-gesa merespons, apalagi ketika emosi sedang memuncak.

Allah juga mengingatkan bahwa setiap ucapan dan tulisan kita tidak pernah luput dari catatan. Dalam Surah Qaaf ayat 18 ditegaskan:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

Bayangkan, setiap komentar di media sosial, setiap pesan yang kita kirim, bahkan kalimat yang kita ketik lalu hapus, semuanya berada dalam pengawasan Allah.

Kesadaran ini seharusnya membuat kita lebih berhati-hati dan merasa malu untuk menyebarkan kebencian, fitnah, atau ujaran yang menyakiti orang lain.

Di era digital, arus informasi mengalir begitu deras. Kita menerima kabar baik dan buruk hampir bersamaan, siang dan malam.

Media sosial, pesan instan, dan berbagai platform digital telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di balik kemudahan itu, ada tanggung jawab besar yang harus kita pikul sebagai seorang Muslim.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mengingatkan kita dalam sebuah hadits:

“Muslim yang paling baik adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

Hadits ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Gangguan tidak hanya datang dari tangan yang memukul, tetapi juga dari jari-jari yang menulis.

Komentar pedas, unggahan provokatif, dan pesan yang merendahkan martabat orang lain bisa menjadi bentuk kezaliman baru di era digital.

Salah satu etika bermedia sosial yang penting untuk diterapkan adalah menghormati dan menghargai orang lain.

Sebelum membagikan informasi, kita perlu memeriksa kebenarannya, mempertimbangkan manfaatnya, serta memikirkan dampaknya. Jika informasi itu berpotensi menimbulkan kegaduhan atau menyakiti, lebih baik ditahan.

Sebagaimana kita menjaga adab ketika berbicara langsung dengan seseorang, demikian pula seharusnya adab itu hadir dalam interaksi dunia maya.

Islam mengajarkan kesantunan, kehati-hatian, dan tanggung jawab, baik dalam ucapan maupun tulisan.

Lebih dari itu, media sosial sejatinya bisa menjadi ladang amal. Kita dapat menggunakannya untuk menyebarkan ilmu, menularkan semangat kebaikan, menguatkan iman, dan menginspirasi sesama.

Sebuah tulisan sederhana yang penuh hikmah bisa menjadi penguat bagi orang lain, bahkan bernilai sedekah jariyah.

Dengan demikian, menjaga lisan dan tulisan bukan hanya tentang menghindari keburukan, tetapi juga tentang aktif menebar kebaikan.

Ketika media sosial dipenuhi dengan pesan yang menenangkan, menyejukkan, dan membangun, maka kita turut berkontribusi menciptakan ruang digital yang lebih beradab dan bermakna.

Insya Allah, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi kita kekuatan untuk menjaga lisan dan tulisan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mampu menahan diri, bijak dalam bersikap, serta konsisten menghadirkan kebaikan di mana pun berada.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu