Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Di Hari Semua Butuh Pertolongan, Puasa dan Al-Qur’an Jadi Pembela

Iklan Landscape Smamda
Di Hari Semua Butuh Pertolongan, Puasa dan Al-Qur’an Jadi Pembela
Foto: monash.edu
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM
pwmu.co -

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada pelakunya pada hari Kiamat atas izin Allah.

Puasa memohon syafaat karena telah menahan syahwat di siang hari, sementara Al-Qur’an memohon syafaat karena telah mencegah tidur di malam hari.

Kedua ibadah ini akan menjadi pembela setia dari azab dan mengantarkan ke surga.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ الَ فَيُشَفَّعَانِ

Abdullah ibn Amr meriwayatkan: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda, “ Puasa dan Al-Quran akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa akan berkata: Ya Tuhan, aku telah mencegahnya dari makanan dan keinginan di siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat baginya. Al-Quran akan berkata: Ya Tuhan, aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafaat baginya. Dengan demikian, keduanya akan memberi syafaat baginya .” (Musnad Ahmad 6.626)

Syafaat Puasa: Puasa akan berkata, “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya”.

Syafaat Al-Qur’an: Al-Qur’an akan berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail (salat malam), maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya”.

Syarat Syafaat: Syafaat ini diberikan kepada orang yang menjaga puasanya dari kemungkaran serta rajin membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.

Kekhususan: Orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan.

Hadis terebut menegaskan bahwa Allah memperkenankan permohonan syafaat dari kedua amal saleh ini pada hari yang paling membutuhkan pertolongan.

Allah memberikan syafaat melalui Al-Qur’an pada shahibul Qur’an. Shahibul Qur’an adalah yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Shahibul qur’an adalah:

المُلاَزِمِيْنَ لِتِلاَوَتِهِ العَامِلِيْنَ بِهِ

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Yang terus menerus membacanya dan mengamalkannya.” (Al-Bahr Al-Muhith, 16:353)

Keterangan dari Nuzhah Al-Muttaqin (hlm. 394), syafii’an adalah memberi syafaat dengan memintakan ampun pada shahibul qur’an, yaitu yang membaca dan mengamalkan hukum serta petunjuk dalam Al-Qur’an.

Pemilik syafaat Adalah Allah Ta’ala:

قُلْ لِّلّٰهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًاۗ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allah pertolongan itu semuanya. Milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian, hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS. Az-Zumar: 44)

Puasa dan Al-Qur’an serta makhluk lainnya yang bisa memberi syafa’at adalah izin Allah untuk memberikan syafaat. Oleh karena itu, kita hanya boleh meminta syafa’at hanya kepada Allah saja.

Syafaat Hanya Milik Allah: Ayat ini membantah kaum musyrik yang menyembah berhala atau perantara lain dengan keyakinan mereka dapat memberi syafaat tanpa izin Allah.

Kekuasaan Mutlak: Allah adalah pemilik tunggal kerajaan langit dan bumi, sehingga hanya Dia yang berhak menentukan siapa yang berhak memberi dan menerima syafaat.

Kembali kepada Allah: Semua manusia akan kembali kepada Allah untuk dihisab (dihitung) amal perbuatannya, di mana keadilan-Nya akan ditegakkan.

Tauhid dalam Ibadah: Ayat ini memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah dan memohon pertolongan hanya kepada Allah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu