Rintik gerimis yang membasuh kawasan Cerme pada Selasa malam (21/01/2026) tidak menyurutkan langkah para pengabdi umat.
Bertempat di ruang utama Masjid At-Taqwa, Perumahan Banjarsari Asri, segenap pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banjarsari dan Takmir Masjid At-Taqwa berkumpul dalam kehangatan ukhuwah.
Pertemuan usai salat Isya ini menjadi momentum penting: konsolidasi H-30 menjelang fajar Ramadan 1447 Hijriah.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua PRM Banjarsari, Yuli Rachmanto.
Di tengah suasana khidmat, Yuli membuka pertemuan dengan apresiasi mendalam bagi para pengurus yang tetap hadir melintasi cuaca dingin demi mempersiapkan pelayanan terbaik bagi jamaah.
“Terima kasih atas kehadiran jamaah sekalian disela-sela kesibukan masing-masing. Meski gerimis menyertai, para jamaah tetap berkenan menghadiri rapat malam hari ini. Berdasarkan evaluasi Ramadan tahun lalu, maka ada sejumlah hal yang perlu kita persiapkan. Mulai dari sarana prasarana masjid, petugas imam salat fardlu, salat tarawih dan penceramah, takjil, petugas penerima dan penyaluran zakat, maupun panitia hari raya Idul Fitri,” ujar Yuli Rachmanto.
Sambil menikmati jagung godog dan tahu goreng, rapat berlangsung gayeng hingga mencapai sejumlah kesepakatan.
Menjelang akhir pertemuan, Yuli menyampaikan hasil keputusan rapat terkait persiapan menyambut Ramadan 1447 H, yaitu: satu, menyepakati Saudara Mansyur sebagai koordinator jadwal imam dan penceramah; dua, menyepakati Pengurus Aisyiyah sebagai penanggung jawab dan koordinator takjil; tiga, menyepakati Saudara Darno sebagai panitia Idul Fitri dan penerimaan zakat; empat, melakukan kegiatan gotong royong setiap ahad pagi untuk menjaga kebersihan dan persiapan sarana prasarana ibadah setiap Minggu pagi.
Rapat berakhir pukul 21.30 WIB, kemudian segenap pengurus Ranting dan Takmir Masjid At-Taqwa kembali ke rumah masing-masing.
Langkah cepat yang diambil PRM Banjarsari ini bukan sekadar rutinitas organisasi.
Ini merupakan wujud keseriusan dalam menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk dan nyaman.
Saat rapat ditutup dan jamaah kembali ke rumah masing-masing, ada keyakinan yang tertinggal di pelataran Masjid At-Taqwa: bahwa meski bulan suci masih tiga puluh hari lagi, gairah kebaikan sudah mulai mekar di desa Banjarsari.***





0 Tanggapan
Empty Comments