
PWMU.CO– Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur menggelar Halalbihalal bertajuk “Dialog Lintas Generasi: Satukan Misi, Solidkan Aksi.”
Acara ini mempertemukan empat Ketua Umum lintas generasi: Abdul Musawir Yahya (2016–2018), Andreas Susanto (2018–2020), M M Firdaus Su’udi (2022–2023), dan Ketua Umum aktif, Devi Kurniawan.
Acara yang dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang se-Jawa Timur ini dilaksanakan pada Sabtu (26/4/2025) di Surabaya Suites Hotel.
Dalam sambutannya, Devi Kurniawan menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum bersejarah untuk memaparkan pandangan lintas generasi. “Semoga semua saran dan masukan menjadi insight baru bagi kader IMM se-Jawa Timur,” katanya.
Tantangan Gerakan
Sementara M M Firdaus Su’udi mengingatkan pentingnya memperjelas orientasi kader IMM. “Cabang-cabang yang dulu sudah susah payah didirikan dan dirawat oleh kepengurusan sebelum saya sampai sekarang harus dirawat dan diarahkan untuk kemajuan.”
“Kita adalah DPD terbesar. Tantangan kita bukan hanya memperluas cabang, tetapi memastikan kader tahu arah perjuangan sebagai akademisi Islam,” tegasnya.
Andreas Susanto menyoroti tantangan politik di internal organisasi. “Kita ingin melihat senior sukses, tapi kadang justru muncul kecemburuan di antara kader-kader sehingga muncul paradoks kita susah menjadikan orang seneng, tapi di sisi lain senang melihat orang susah,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar IMM memperluas peran di bidang religiusitas, intelektualitas dan humanitas, tidak semata mengejar posisi politis praktis saja.
Kritik terhadap Kualitas Kader dan Tantangan Kaderisasi
Kemudian Abdul Musawir Yahya menekankan pentingnya memperhatikan kualitas kader. “Pertumbuhan Amal Usaha Muhammadiyah luar biasa, tapi bagaimana kualitas kadernya? Kita harus berani bertanya,” ucapnya.
Ia mengajak IMM untuk menghasilkan lebih banyak pakar di berbagai bidang, termasuk keislaman.
Musawir menambahkan, memasuki usia ke-61, IMM seharusnya sudah menampilkan kiprah nyata di tingkat nasional. “Kalau kaderisasi tidak diurus serius, munculnya satu kader unggul tetap akan sia-sia tanpa kesinambungan,” tandasnya.
Acara ini diakhiri dengan ramah tamah dan bersalam-salaman bersama seluruh kader-kader IMM Se-Jawa Timur. (*)
Penulis Tanwirul Huda Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments