Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Didik Generasi Rabbani, MBS Selong Luncurkan Berbagai Agenda Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Didik Generasi Rabbani, MBS Selong Luncurkan Berbagai Agenda Ramadan
pwmu.co -
Santri MBS Selong yang telah terpilih dan siap diberangkatkan untuk program Safari Ramadan 1446 H sebagai imam tarawih di masjid-masjid Muhammadiyah Lombok Timur (Tim media MBS Selong/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Muhammadiyah Boarding School (MBS) Selong, Nusa Tenggara Barat, meluncurkan berbagai agenda Ramadan Rabu (26/2/2025).

Agenda tersebut tidak hanya mencakup ibadah harian seperti mengaji, berpuasa, dan kegiatan belajar-mengajar (KBM), tetapi juga dilengkapi dengan kajian-kajian bermanfaat. Beberapa di antaranya adalah kajian Tajwid, Fiqih Puasa, serta halaqah hafalan Hadits Arbain An-Nawawi.

Selain itu, terdapat pula kegiatan Tilawatil Quran yang menjadi salah satu program unggulan selama Ramadan.

Kyai Kepondokan MBS Selong, Ustadz Arhandika, menyampaikan bahwa selama Ramadan, santri tidak akan diliburkan atau dipulangkan ke rumah, meskipun kalender pemerintah menetapkan libur pada awal Ramadan.

Ia juga memperkenalkan dua asatidz baru yang akan mengabdikan diri di pondok, yaitu salah satu alumni Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta, Ustadz AM Fadli Dzil Jalal dan Alumni Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, Ustadz Rosyid Ridho.

Santri MBS Selong mengikuti sesi perkenalan dua asatid baru, yaitu Ustadz dari Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Ustaz dari LIPIA Jakarta di Masjid Bulughul Maram (Tim media MBS Selong/PWMU.CO)

Kehadiran keduanya diharapkan dapat membawa semangat baru bagi santri dan keluarga besar MBS Selong.

Lebih lanjut, Ustadz Arhandika juga menegaskan bahwa kebijakan tidak ada libur Ramadan ini diambil demi menjaga suasana pendidikan yang kondusif dan mencegah santri dari pergaulan yang kurang terkontrol di luar pondok.

“Biasanya, ketika santri pulang, saat kembali ke pondok, kami seakan-akan mendidik mereka dari awal lagi. Hafalan hilang, adab pun perlu dibentuk ulang. Oleh karena itu, kami memutuskan santri tetap berada di pondok hingga libur menjelang Lebaran,” tegasnya.

Tak hanya itu, selama Ramadan tahun ini, MBS Selong juga mengadakan program Safari Ramadan yang melibatkan santri secara langsung. Program ini dikoordinatori oleh Koordinator Quran di pondok, Ustadz Baihaki.

Dalam program ini, santri-santri terpilih akan ditugaskan menjadi imam salat tarawih di masjid-masjid Muhammadiyah se-Lombok Timur. Penugasan dilakukan secara bergiliran, sesuai dengan jadwal dan masjid yang telah ditentukan.

“Sebelum diberangkatkan, para santri yang ditugaskan akan diseleksi terlebih dahulu, mulai dari kualitas hafalan, pemahaman fikih salat, hingga adab sebagai imam. Setelah itu, mereka juga akan mendapatkan pembekalan materi khusus dari kami. Harapannya, program ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi santri, sekaligus ajang uji hafalan dan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat,” jelas Ustadz Baihaki.

Santri dan santriwati MBS Selong mengikuti kajian Fiqih setelah kajian Tajwid yang rutin dilaksanakan setiap pagi hingga menjelang Dhuhur selama Ramadan di Masjid Bulughul Maram (Tim media MBS Selong/PWMU.CO)

Sementara itu, Direktur MBS Selong, Ustadz Abdul Khalid, juga menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program Ramadan tersebut. Menurutnya, menjaga santri tetap di pondok dengan berbagai aktivitas positif akan memberikan dampak baik bagi perkembangan karakter mereka.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami ingin Ramadan ini benar-benar menjadi momen pembentukan karakter santri agar semakin cinta ibadah, cinta ilmu, dan menjadi generasi penerus yang Rabbani,” ujarnya.

Santri kelas 11 SMA MBS Selong, Amru Kholis, juga turut menyatakan dukungan dan antusiasmenya terhadap kebijakan serta program Ramadan ini. Menurutnya, Ramadan di pondok akan terasa lebih bermakna karena dipenuhi dengan kegiatan positif yang bermanfaat dan menambah wawasan.

“Dengan kegiatan yang sudah disiapkan oleh pondok, Ramadan menjadi kesempatan bagi kami untuk memperdalam ilmu agama, melatih mental, dan mengasah hafalan. InsyaAllah, ini akan menjadi bekal yang berharga bagi kami semua,” ungkap Amru.

Dengan adanya program Ramadan ini, MBS Selong berharap para santri bisa mengisi waktu Ramadan dengan aktivitas positif yang membentuk karakter, memperkuat hafalan, memperdalam ilmu agama, dan melatih mental kepemimpinan di tengah masyarakat.

Pihak pondok juga mengajak wali santri agar ikut mendukung penuh program ini, demi terwujudnya generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (*)

Penulis A M Fadli Dzil Jalal Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu