
PWMU.CO – Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan, Kumara Adji Kusuma SFilI CiFP menyampaikan arah kebijakan baru dalam Rapat Kerja (Raker) SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) Sidoarjo, Kamis (22/5/2025).
Dalam rapat yang berlangsung di Aula lantai 3 sekolah tersebut, Kumara menekankan dua hal utama, digitalisasi sistem keuangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan penyaluran buku Ismuba terbaru cetakan resmi PP Muhammadiyah.
“Dikdasmen PCM Tulangan tidak bermaksud mencampuri teknis pengelolaan sekolah. Namun sebagai pemegang amanah di AUM Pendidikan, kami berkewajiban memberikan arah dan kebijakan strategis,” ujarnya.
Wajib Gunakan Buku Ismuba Resmi
Kumara Adji menegaskan, penggunaan buku Ismuba yang diterbitkan langsung oleh Dikdasmen PP Muhammadiyah merupakan amanat organisasi dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Agama RI.
“Buku-buku tersebut sudah diproduksi secara resmi oleh PP Muhammadiyah. Kami harap semua sekolah Muhammadiyah, termasuk Smamuga, mengikuti instruksi ini,” tegasnya. Ia juga menyebut informasi ini telah disampaikan kepada kepala sekolah dan perlu segera ditindaklanjuti.
Satu Pintu Digitalisasi Keuangan
Terkait digitalisasi keuangan, Kumara menyampaikan PCM Tulangan telah bekerja sama dengan tim pengembang sistem, dan akan memulai diskusi teknis pada pekan depan. Sistem ini akan diterapkan secara menyeluruh dan mendapatkan pendampingan intensif di masing-masing sekolah.
“Kami ingin semua AUM di bawah PCM Tulangan menggunakan satu sistem keuangan. Ini akan membawa dampak besar terhadap transparansi dan efisiensi pengelolaan dana,” ujarnya optimistis.
Ia juga menyinggung soal kesiapan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) berbasis digital. “Minggu depan kami akan membahasnya bersama kepala sekolah masing-masing,” tambahnya.
Dukung Peningkatan PPDB
Digitalisasi keuangan juga diharapkan berdampak pada peningkatan jumlah peserta didik baru. “PPDB adalah jantung sekolah. Dengan sistem yang tertata, kita bisa menyusun strategi terbaik untuk meningkatkan jumlah siswa baru setiap tahunnya,” terang dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo asal Kemantren, Tulangan ini.
Menurutnya, Smamuga memiliki potensi menjadi center of excellence sesuai logonya be the best. “Untuk itu, strategi peningkatan PPDB harus disusun serius dan berbasis data,” sebut dosen yang juga kontributor aktif PWMU.CO dari AUM Umsida itu.
Studi Banding dan LMS Muhammadiyah
Dalam paparannya, Kumara menyampaikan bahwa PCM Tulangan telah melakukan studi banding ke sejumlah sekolah, seperti SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) dan SD Muhammadiyah 1 Candi (SD Mica).
Ia menyebut sistem digital di sekolah-sekolah tersebut meliputi manajemen keuangan, presensi guru-siswa, hingga Learning Management System (LMS) Muhammadiyah School.
“Semua proses bisa didigitalisasi. Kita akan mulai perlahan dan didampingi oleh tim dari PDM Sidoarjo,” ujarnya.
Kesejahteraan Guru dan Karyawan
Tak lupa, Kumara menyinggung upaya peningkatan kesejahteraan guru dan karyawan. Menurutnya, efisiensi keuangan melalui sistem digital akan membuka ruang peningkatan pendapatan.
“Namanya AUM, amal itu untuk akhirat, usaha untuk dunia. Harus seimbang. Bahagia di dunia, bahagia di akhirat. Inilah cita-cita pendidikan Muhammadiyah,” pungkas lulusan magister Keuangan Ayariah dari Malaysia ini.
Raker Smamuga ditutup dengan harapan agar seluruh peserta mengikuti dengan serius, dan menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan pendidikan dan peningkatan PPDB tahun ajaran 2025/2026.(*)
Penulis Zulkifli Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments