Diklat Dewan Sugli Daerah Lamongan resmi digelar pada Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini diikuti kader-kader Hizbul Wathan dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan identitas kepanduan.
Menjelang penyampaian materi, pemateri utama Ramanda Sande Irawan terlebih dahulu memberikan suntikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya konsistensi, kesabaran, dan kesungguhan dalam menjalani proses berorganisasi.
“Selama Allah masih memberikan nyawa dan napas, kita harus tetap berproses,” tegasnya di hadapan peserta Diklat.
Materi pertama yang disampaikan mengusung tema “Menemukan Jati Diri Kader melalui Kepanduan Hizbul Wathan.” Dalam pemaparannya, Ramanda Sande Irawan menegaskan bahwa kepanduan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kader, tidak hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga dalam memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Kepanduan bukan hanya tentang memandu diri sendiri, tetapi bagaimana kehadiran kita mampu memberi dampak bagi sekitar,” ujarnya.
Para peserta diajak untuk kembali memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dasar Kepanduan Hizbul Wathan, seperti keislaman, kepemimpinan, kemandirian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun jati diri kader yang berintegritas dan berjiwa pengabdian.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengikuti pemaparan materi dan diskusi, yang menjadi bagian dari proses penguatan identitas serta tanggung jawab sebagai kader Hizbul Wathan.
Diklat Dewan Sugli Daerah Lamongan ini akan dilanjutkan dengan sejumlah materi lanjutan yang dirancang untuk mencetak kader kepanduan yang berkualitas, berkarakter, dan siap berkontribusi aktif di lingkungan masing-masing. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments