Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Diklat KIR 2025: Katalis Kebangkitan Inovator Muda SMA Muhiba

Iklan Landscape Smamda
Diklat KIR 2025: Katalis Kebangkitan Inovator Muda SMA Muhiba
Peserta Diklat KIR 2025 SMA Muhammadiyah 1 Babat (Muhiba) saat berwisata ke Simpang Lima Gumul di sela-sela kegiatan, Minggu (28/09/2025). (Wilda Nuril Haq/PWMU.CO).
pwmu.co -

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Muhammadiyah 1 Babat kembali menggelar Diklat KIR (Karya Ilmiah Remaja) 2025 pada Jumat–Minggu (26–28/09/2025) di Pare, Kediri.

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan ini terhadiri oleh 21 peserta dari kelas X, XI, dan XII, dengan panitia pelaksana terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara KIR.

Sebelum berangkat, peserta mengikuti pembekalan dan pelepasan resmi oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Babat (SMA Muhiba), Agus Al-Chusairi.

Tonggak Kebangkitan KIR

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan kembali KIR setelah tersendat akibat pandemi COVID-19.

“Kalian adalah wajah baru KIR SMA Muhiba, penerus yang akan mengukir prestasi. Jadikan diklat ini sebagai ajang pembekalan ilmu, keterampilan, dan semangat untuk berinovasi” ujarnya penuh motivasi.

Setibanya di Bias Education Pare, peserta disambut hangat oleh Mr. Mirza, direktur Bias Education sekaligus alumni SMA Muhiba.

Kegiatan resmi terbuka oleh Nandiroh, pembina KIR. Agenda hari pertama terisi dengan materi Mindset Peneliti Muda oleh Ahmad Radikal Akbar, yang memberikan wawasan tentang pola pikir dan karakter ilmuwan muda.

Berlanjut pada hari kedua, kegiatan berawal dengan morning fresh di Kampung Inggris. Peserta berjalan santai sembari mengenal lingkungan sekitar.

Sepanjang hari, mereka mengikuti serangkaian materi kepenulisan ilmiah bersama Mrs Hilda Osalina, Mr Astandi Dinoryan, dan Mrs Asmi. Sesi ini terkemas menarik dengan perpindahan lokasi agar peserta tetap antusias.

Malam harinya, peserta mengikuti renungan malam di sekitar api unggun. Kegiatan penuh makna ini disertai pemutaran video tokoh inspiratif dunia dan pembacaan puisi motivatif.

Setiap peserta mendapat kesempatan berbicara dari hati tentang cita-cita dan harapan mereka di masa depan. Di akhir sesi, mereka menerima kartu identitas sebagai simbol resmi keanggotaan di KIR SMA Muhiba.

Wisata ke Simpang Lima Gumul

Hari ketiga berakhir dengan kegiatan outbond dan simulasi kompetisi berupa presentasi karya ilmiah, yang dinilai langsung oleh pemateri. Beberapa peserta meraih penghargaan atas ide, karya tulis, dan presentasi terbaik.

Usai penutupan resmi, peserta berkesempatan berwisata ke Monumen Simpang Lima Gumul, ikon Kota Kediri.

Kegiatan Diklat KIR ini juga menjadi simbol sinergi antara kader muda dan alumni SMA Muhiba. Dukungan penuh dari para alumni, khususnya Mr. Mirza yang menjadikan diklat ini bukan sekadar pelatihan.

Tetapi perjalanan inspiratif menuju lahirnya inovator muda yang mendunia. Hal ini sejalan dengan slogan KIR SMA Muhiba “Inovator Muda, Mendunia”.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh ilmu dan pengalaman, tetapi juga ditanamkan semangat menjadi peneliti muda yang inovatif dan berkarakter.

Pembina KIR SMA MUHIBA, Nandiroh, berharap agar seluruh peserta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dalam karya riset dan kompetisi ilmiah. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi, disiplin, dan rasa ingin tahu dalam setiap langkah penelitian.

Harapannya, kegiatan ini menjadi tonggak lahirnya inovator muda yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Harapan besar tersematkan agar semangat “Inovator Muda, Mendunia” benar-benar terwujud melalui karya nyata generasi KIR SMA Muhiba.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu