Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

DIKSUSWATI PC IMM Lamongan Tegaskan Transformasi Immawati

Iklan Landscape Smamda
DIKSUSWATI PC IMM Lamongan Tegaskan Transformasi Immawati
DIKSUSWATI PC IMM Lamongan Tegaskan Transformasi Immawati DIKSUSWATI PC IMM Lamongan Tegaskan Transformasi Immawati. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, perempuan mahasiswa tidak lagi cukup hanya hadir, tetapi dituntut mengambil peran sebagai penggerak perubahan.

Kesadaran tersebut melatarbelakangi penyelenggaraan Pendidikan Khusus Immawati (DIKSUSWATI) PC IMM Kabupaten Lamongan 2026 yang mengusung tema “Perempuan Revolusioner: Membangun Kesadaran Antropologi untuk Mewujudkan Peradaban Perempuan Berkemajuan.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) pukul 19.30–21.00 WIB di MAM 2 Pondok Modern Paciran. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesadaran ideologis, peran strategis, serta kapasitas kepemimpinan kader Immawati.

Panitia menghadirkan Immawati Novita Dei Nur Hidayah, S.Kep., Ns. sebagai narasumber yang menyampaikan materi bertajuk “Manifesto Revolusioner: Transformasi Immawati dari Objek ke Subjek Pergerakan.” Kehadiran narasumber diharapkan mampu memperluas perspektif kader dalam memahami posisi dan peran perempuan dalam gerakan IMM dan Muhammadiyah.

“Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bergerak di bidang keislaman, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Muhammadiyah sendiri menempatkan perempuan sebagai mitra strategis dalam pembangunan peradaban. Karena itu, Immawati didorong tidak hanya menjadi pelengkap struktur, melainkan tampil sebagai aktor utama perubahan sosial,” ujar Novita.

Materi Manifesto Revolusioner menegaskan empat prinsip utama. Pertama, perempuan sebagai subjek aktif dalam pengambilan keputusan dan aksi kolektif. Kedua, membangun kesadaran kritis dan antropologis dalam membaca budaya, sejarah, serta struktur sosial. Ketiga, keberpihakan pada keadilan melalui dorongan penghapusan ketidaksetaraan gender. Keempat, transformasi diri yang diarahkan pada perubahan struktural yang inklusif.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Transformasi ini merupakan pergeseran dari posisi ‘objek’ dengan peran terbatas menuju ‘subjek’ yang sadar, kritis, dan menjadi penggerak perubahan sosial. Immawati dipanggil menjadi agen perubahan yang mampu membaca realitas sosial secara kontekstual serta berani mengambil peran di ruang publik,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa secara historis Immawati telah berkontribusi dalam kaderisasi intelektual dan moral, advokasi sosial, serta gerakan intelektual yang melahirkan gagasan dan kritik sosial dari perspektif perempuan. Peran tersebut dinilai semakin relevan dalam merespons isu kekerasan seksual di kampus, advokasi kebijakan yang berpihak kepada perempuan, hingga penguatan solidaritas lintas batas sebagaimana tampak dalam gerakan perempuan di berbagai negara.

Melalui DIKSUSWATI ini, PC IMM Kabupaten Lamongan berharap lahir kader-kader Immawati yang sadar, berani, dan berkeadaban. Tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi benar-benar menjadi subjek pergerakan yang membawa nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Penulis: M. Nur Kholis

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu