Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Direktur Smamita: Pemimpin Harus Jadi Problem Solver

Iklan Landscape Smamda
Direktur Smamita: Pemimpin Harus Jadi Problem Solver
Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, ketika memberi pengantar materi Problem Solving dalam LDKS (Wildan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2025 mencapai 270 juta jiwa, jauh lebih besar dibandingkan Singapura yang hanya sekitar 6 juta.

Perbandingan itu disampaikan Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Edwin Yogi Laayrananta saat memberikan pengantar materi Problem Solving dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Villa Cemara, Pacet, Selasa (26/8/2025).

Edwin menyinggung perbedaan pola pikir antara masyarakat Indonesia dan Singapura. “Singapura merdeka pada 1965, 20 tahun lebih lama dibandingkan Indonesia yang merdeka pada 1945. Namun kenapa secara mindset kita masih tertinggal dengan mereka?” ujarnya.

Menurutnya, salah satu perbedaan terlihat pada cara menghadapi masalah. “Saat kita melihat sebuah masalah atau kesalahan, kita cenderung menyalahkan masalah tersebut, bukannya mencari penyelesaiannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan menyelesaikan masalah.

“Seorang pemimpin itu harus bisa menjadi problem solver, yang mampu memecahkan tantangan yang dihadapi. Contohnya, jika diberikan tugas, harus segera dikerjakan dan tidak ditunda,” lanjutnya.

Edwin mengingatkan agar siswa tidak menunda pekerjaan.

“Jangan sampai kita menunda-nunda tugas, lalu ketika waktu sudah mepet dan terjadi banyak kesalahan, justru menyalahkan orang yang memberi tugas,” katanya.

Di akhir pengantarnya, Edwin menekankan pentingnya peran pemimpin yang problem solver sekaligus bertanggung jawab. “Seorang pemimpin harus memiliki 3M, yakni memandu, mengarahkan, dan memotivasi anggotanya. Dengan tiga unsur tersebut, ditambah kemampuan menyelesaikan masalah serta rasa tanggung jawab, kalian bisa menjadi sosok pemimpin yang ideal,” tutupnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu