Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI meninjau proses pembelajaran dengan menggunakan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (22/10/2025).
Kali ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Gubenur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengunjungi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Mataram, NTB.
Dalam suasana penuh gembira, Menteri Mu’ti melakukan dialog interaktif dan memberikan pesan motivasi kepada para peserta didik.
“Di sini saya melihat semangat belajar sepanjang hayat dari Bapak dan Ibu sekalian. Kehadiran IFP ini berguna untuk memudahkan menimba ilmu, membuat proses belajar menjadi lebih menarik, serta kaya akan kreativitas dengan pola interaktif,” ungkap Abdul Mu’ti.
Selanjutnya, Menteri Mu’ti juga mengajak para peserta didik SKB Kota Mataram untuk dapat memanfaatkan IFP sebagai pemantik dalam meningkatkan ketrampilan. Menurutnya, untuk dapat bersaing di dunia kerja memerlukan ketrampilan lain selain bidang akademik.
“Dengan IFP, Bapak dan Ibu dapat mengenal kemajuan teknologi, membuat mengerjakan tugas secara daring, membuat presentasi pelajaran, dan mengembangkan kemajuan teknologi sebagai bekal diri di masa depan. Selain itu, yang terpenting teruslah bersemangat dalam belajar,” ujarnya.
Sebagai penerima manfaat program, salah satu tutor SKB Kota Mataram, Rosi Jayadi, mengungkapkan bahwa kehadiran IFP ini membawa perubahan signifikan dari pembelajaran yang pasif atau konvensional menjadi interaktif dan menarik perhatian peserta didik.
Rosi menyebut bahwa di SKB Kota Mataram, IFP digunakan di kelas Paket B dan C untuk seluruh mata pelajaran, terutama untuk mata pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa Inggris yang membutuhkan tampilan visual interaktif.
“Praktik baik dari kehadiran IFP juga terlihat dari kerja keras para tutor untuk mempelajari IFP secara otodidak, kami mengulik lebih jauh metode pembelajaran digital untuk peserta didik,” ucap Rosi.
Rosi juga merasa senang dengan penggunaan media digital, khususnya dalam membuat tugas presentasi. Oleh karena itu, ia berharap, IFP dapat terus dimanfaatkan secara optimal dan jumlahnya ditambah, agar seluruh kelas dapat merasakan manfaatnya secara merata.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu peserta didik SKB Kota Mataram, Sukiyaki.
Ia mengaku senang dengan adanya IFP sebagai media pembelajaran baru di ruang kelas. Sebagai peserta didik Paket B, ia merasa terpacu untuk bisa mempelajari metode belajar dengan media digital.
“Sejak IFP ada di sekolah kami, para tutor telah menggunakannya untuk proses pembelajaran. Kami terasa terbantu dengan IFP, banyak cara baru yang kami ketahui dan membuat kami tidak bosan belajar,” tutur Sukiyaki.
Peserta didik lainnya, Azwar Riyadi, merasa beruntung dapat merasakan belajar dengan menggunakan IFP. Di tengah usianya yang tidak lagi muda, Azwar terus gigih belajar dan beradaptasi dengan metode pembelajaran digital.
“Kehadiran IFP ini membuat kami penasaran dan ingin terus bisa mengikuti perkembangan teknologi. Dengan kecanggihan IFP, peserta didik seharusnya dapat mengerti mata pelajaran dengan sangat cepat karena banyak cara kreatif yang bisa dilakukan untuk transfer ilmu oleh para tutor. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen untuk IFP ini,” tutup Azwar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments