Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dorong Keberagaman dalam Pelestarian Alam, Rumah Baca Komunitas Adakan Multi-Faith Eco-Literacy Camp

Iklan Landscape Smamda
Dorong Keberagaman dalam Pelestarian Alam, Rumah Baca Komunitas Adakan Multi-Faith Eco-Literacy Camp
pwmu.co -
Sesi pertama pelatihan, pemaparan mengenai eco-journalism oleh pak Bambang (Dhito/PWMU.CO)

PWMU.CO – Keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan yang semakin terpuruk mendorong para aktivis pelestari alam Rumah Baca Komunitas untuk mengadakan Eco-Literacy Camp 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Lor Sambi Ecopark, Sleman, (15-16/2/2025) ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai latar belakang komunitas dan agama, menciptakan suasana keberagaman yang kental dalam pelatihan ini.

Kick-Off Agenda dan Pengenalan Eco-Literacy

Acara diawali dengan kick-off secara daring pada (13/2/2025) melalui platform Zoom. Sesi ini menjadi momen perkenalan bagi peserta yang belum familiar dengan konsep pelestarian lingkungan melalui eco-literacy.

Pada sesi pertama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan pergerakan eco-journalism oleh Bambang, seorang praktisi jurnalisme lingkungan yang juga anggota Asosiasi Jurnalis Independen. Ia menuturkan, “Manusia akan mengangkat senjata bila ia telah tergugah kesadarannya, jika telah tergugah rasa kemanusiaannya. Cara terbaik untuk menggugah kesadaran manusia adalah melalui pena.”

Menyoroti Krisis Iklim dan Perjuangan Melalui Jurnalisme

Dalam sesi ini, Bambang mengungkap keprihatinannya terhadap masalah lingkungan akibat pertambangan ilegal dan pengalihan lahan paksa. Ia menyoroti dampak penambangan batu andesit di Desa Wadas, Purworejo, yang menjadi sorotan publik sejak (6/1/2024).

Selain itu, ia juga membahas fenomena krisis iklim yang semakin mengancam keberlanjutan ekosistem hayati di bumi. problematika sampah dan meningkatnya wabah penyakit menular menjadi bukti nyata dampak kelalaian manusia terhadap lingkungan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di penghujung sesi, ia berpesan bahwa perubahan tidak harus dimulai dengan langkah besar. “Langkah kecil yang berkelanjutan adalah kunci untuk mewujudkan perubahan yang nyata dan berarti,” ujarnya.


Antusiasme peserta pada sesi pertama acara (Dhito/PWMU.CO)

Refleksi dan Kesadaran Lingkungan

Pesan ini menjadi refleksi berharga bagi para peserta Multi-Faith Eco-Literacy Camp, bahwa kesadaran lingkungan tidak harus dimulai dengan aksi besar, tetapi dapat diwujudkan melalui perubahan kecil yang konsisten.

Salah satu peserta, Labib Imam Syuja’, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UMY, mengungkapkan kesan mendalamnya dari pelatihan ini. Baginya, kutipan yang paling membekas adalah, “Jika ingin menggapai dan melestarikan ekoliterasi, maka satu cara yang pasti ialah melalui jurnalisme. Tidak hanya melalui jurnalisme tulis, tetapi juga jurnalisme suara dan jurnalisme digital.”

Penulis Abdullah Azzam Ati’illah Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu