Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dorong Pendidikan Inklusi Lewat Parenting Pendidikan Inklusif dengan Narsum yang Kompeten

Iklan Landscape Smamda
Dorong Pendidikan Inklusi Lewat Parenting Pendidikan Inklusif dengan Narsum yang Kompeten
Foto bersama pemateri dan peserta dalam Program Parenting Pendidikan Inklusi PDA Bojonegoro. (Dina Ariani/PWMU.CO)
pwmu.co -

Bertempat di TK ABA I Sumberrejo, Tim Inklusi PDA Bojonegoro menyelenggarakan parenting pendidikan inklusif. Kegiatan ini diikuti oleh wali murid penyandang disabilitas TK ABA I Sumberejo dengan sangat antusias, Kamis (23/10/2025)

Pendidikan inklusi dapat didorong melalui kegiatan parenting dengan keterlibatan aktif orang tua di rumah serta kerja sama dengan sekolah. Hal ini mencakup peran dari orang tua sebagai pendamping belajar dirumah, komunikator dengan sekolah, penanam nilai inklusif, dan advokat untuk hak anak.

Program parenting sendiri dapat memberi orang tua pemahaman dan keterampilan untuk ikut serta mendukung anak berkebutuhan khusus, menciptakan lingkungan rumah yang suportif, serta membangun sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah

“Kami sangat berterimakasih pada PD Aisyiyah Bojonegoro khusus Program Inklusi karena telah mendukung kami dalam melaksanakan program sekolah inklusif sehingga dapat berjalan lebih massif,” ujar Ibu Endang Nur Wahyuningsih, S. Pd selaku Kepala TK ABA I Sumberrejo.

Sementara itu, antusias wali murid terlihat dari banyaknya peserta kegiatan yang hadir pagi ini, ada 44 peserta. Yang mana mereka sebagai pendamping belajar di rumah sehingga memiliki keinginan untuk menjalin komunikasi aktif dengan pihak sekolah, serta memberikan motivasi dan menanamkan nilai inklusif pada anak-anak.

Pendidikan Inklusi

Dalam kegiatan ini Tim Inklusi mendatangkan narasumber yang memiliki latar belakang sebagai aktivis peduli disabilitas yaitu drh. Elvia Syahrini Primadona. Ia menyampaikan materi tentang “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Inklusi”.

Selain sebagai aktivis, ia juga merupakan orang tua dari anak penyandang disabilitas. Sehingga komunikasi yang terjalin pada saat pemaparan materi sangat sesuai dan cocok dengan kondisi yang sedang dialami oleh audiens.

Beliau menambahkan jika peran orang tua adalah mencoba memahami kesulitan anak dan mempertimbangkan bagaimana kelemahan ini dapat mempengaruhi keterampilan membantu diri sendiri, komunikasi, disiplin, bermain, dan kemandirian namun

“Yang terpenting adalah, orang tua dapat mendorong anak mereka untuk fokus pada kekuatan sendiri. Sehingga membantu anak-anak mereka dengan membangun hubungan yang lebih bermakna guna meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuan yang mereka miliki,” jelasnya.

Senior Program Inklusi PD Aisyiyah Bojonegoro, Siti Nurhayati mengapresiasi perkembangan pendidikan inklusi yang dilaksanakan oleh TK ABA 1 Sumberrejo.

“InshaaAllah Bapak/Ibu wali murid yang sudah menitipkan anaknya disini tidak akan rugi karena ini juga bentuk ikhtiar kita dalam mendidik anak,” tutupnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu