Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosa-Dosa Besar yang Harus Dihindari Sejak Dini, Pesan Alumni pada Sharing Session SD Muhita Jember

Iklan Landscape Smamda
Dosa-Dosa Besar yang Harus Dihindari Sejak Dini, Pesan Alumni pada Sharing Session SD Muhita Jember
Sharing Session Alumni SD Muhita Jember di Masjid Da'wah Tanggul. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan Sharing Session Alumni SD Muhammadiyah 01 Tanggul (SD Muhita) Jember telah berlangsung pada Rabu–Kamis (11–12/3/2026). Kegiatan yang digelar di Masjid Dakwah Tanggul ini diikuti oleh para siswa kelas VI sebagai bagian dari motivasi menjelang kelulusan.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber alumni. Pada hari pertama, hadir Annisa Al Mujahidah Li Baha’iddin H., mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, serta M. Jihadul Islam, S.T., pemilik MHT Machine Shop.

Pada sesi pemaparannya, Jihadul Islam membagikan pengalaman hidupnya kepada para siswa. Alumni SD Muhita tahun 2010 ini mengungkapkan bahwa dirinya tengah menulis sebuah buku berjudul The Ways of Failure.

“Saat ini saya sedang menulis buku berjudul The Ways of Failure. Jika kalian pergi ke toko buku, biasanya akan menemukan buku tentang cara sukses atau cara mendapatkan uang di usia muda. Buku saya justru berbeda, karena membahas jalan menuju kegagalan,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia bahkan menyampaikan bahwa buku tersebut kemungkinan baru akan selesai ketika dirinya sudah meninggal dunia. Menurutnya, judul tersebut dipilih karena banyak pengalaman hidupnya yang diwarnai kegagalan.

Lulusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jember ini menceritakan salah satu pengalaman masa kecilnya saat mengikuti lomba futsal. Ketika itu, ia dan timnya belum memahami aturan permainan dengan baik karena di wilayah Kecamatan Tanggul saat itu belum terdapat lapangan futsal.

“Pertama kali kami mengikuti kompetisi di SD Muhammadiyah 1 Jember, kami kalah dengan skor 1–4. Itu adalah kegagalan pertama saya,” tuturnya.

Alumni Pondok Pesantren Al-Ishlah Paciran tahun 2016 tersebut mengaku bahwa kegagalan tidak hanya dialami saat kecil, tetapi juga ketika kuliah. Ia bahkan sempat terlambat lulus satu hingga dua tahun akibat situasi pandemi Covid-19.

Penyebab Kegagalan dalam Hidup

Dalam bukunya, Jihad juga menjelaskan beberapa dosa besar yang menurutnya dapat menjadi penyebab kegagalan dalam hidup. Salah satunya adalah ketamakan (greed). Menurutnya, sikap tamak dapat membuat seseorang kehilangan relasi dan justru memiliki banyak musuh.

Ia juga menyinggung tentang nafsu dan iri hati (envy). Ia mengisahkan pengalaman masa kecilnya ketika merasa iri kepada teman yang memiliki telepon genggam, sementara dirinya belum memilikinya. Dari pengalaman tersebut, ia mengingatkan para siswa agar tidak bersikap durhaka kepada orang tua ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

“Cobalah kalian renungi, mungkin ketika kalian tidak dibelikan handphone atau sepeda motor oleh orang tua, mereka sebenarnya sudah memahami bahaya yang mungkin terjadi,” pesannya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang dosa kerakusan (gluttony) yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan buruk seperti pencurian atau perampokan.

Dosa lainnya adalah amarah (anger), yang dapat membuat seseorang dijauhi teman. Ia bahkan mengakui pernah melakukan tindakan emosional saat kecil karena marah kepada teman.

Menurutnya, dosa terbesar yang pernah ia alami adalah kemalasan (sloth). Ia mengaku semasa sekolah lebih banyak menonjol dalam kegiatan non-akademik dan kurang berprestasi secara akademik.

“Pada waktu sekolah saya termasuk pemalas dan tidak memiliki banyak prestasi akademik. Sampai usia dewasa muda pun saya belum mendapatkan seratus juta pertama saya,” ungkapnya.

Kegiatan Bermanfaat

Di akhir sesi, mantan pimpinan PW IPM tersebut memberikan pesan kepada para siswa agar belajar dari pengalaman hidupnya. Ia mengingatkan bahwa tantangan ekonomi di masa depan akan semakin berat sehingga generasi muda harus mempersiapkan diri sejak dini.

Ia juga mengajak para siswa untuk melawan dosa-dosa tersebut dengan kebiasaan positif. Misalnya, melawan kemalasan dengan rajin belajar, berwirausaha, membaca buku, atau mengembangkan hobi yang bermanfaat.

“Jika kalian suka bermain game, tekuni dengan serius hingga menjadi pro-player, selama kegiatan itu membawa manfaat,” tambahnya.

Menutup sesi motivasinya, ia berpesan agar para siswa tidak mengulangi kesalahan yang pernah ia lakukan.

“Saya berharap kalian tidak seperti saya. Karena hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama. Jika suatu saat buku saya terbit, semoga pesan-pesan di dalamnya bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡