Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen FKIP UM Surabaya Sosialisasikan Anti-Perundungan dan Kekerasan Seksual di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Dosen FKIP UM Surabaya Sosialisasikan Anti-Perundungan dan Kekerasan Seksual di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya
Dosen KIP UM Surabaya, Sri Lestasi sosialisasikan anti perundungan dan kekerasan seksual. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah kembali digaungkan. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Sri Lestari, menggelar Sosialisasi Anti-Perundungan dan Kekerasan Seksual di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan berlangsung di kelas 9 Tahfidz pada Kamis (09/09/2025), diikuti oleh 70 siswa.

Kegiatan dibuka dengan ice breaking sederhana: siswa diminta mendeskripsikan dirinya dalam satu kata. Suasana kelas pun hangat dan penuh antusias. Beragam jawaban muncul—mulai dari kata positif hingga negatif—yang mencerminkan keberagaman cara siswa memandang dirinya.

Setelah itu, Sri Lestari memberikan pemahaman tentang apa itu kekerasan: perundungan dan kekerasan seksual. Ia menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif melalui sejumlah studi kasus, sehingga siswa dapat lebih mudah mengenali bentuk-bentuk kekerasan.

“Hal paling mudah untuk mengidentifikasi perundungan atau kekerasan seksual adalah saat kalian merasa tidak nyaman dan tidak aman ketika mengalaminya,” jelas Tari—sapaan akrab Sri Lestari—di hadapan para siswa.

Ia juga menegaskan bahwa pelaku kekerasan bisa berasal dari siapa saja, termasuk orang terdekat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat kekerasan terhadap anak karena justru angka kejadian kekerasan tertinggi terjadi di rumah dan disekolah serta anak perempuan lebih rentan mengalami kekerasan. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam upaya pencegahan,” jelas Tari.

“Jangan pernah takut atau ragu melaporkan jika kalian mengalami atau mengetahui adanya kasus kekerasan. Ceritakan kepada orang yang kalian percaya agar kekerasan tidak berlanjut dan korban dapat segera ditangani,” pesannya.

Sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para siswa, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung. Kegiatan ditutup dengan seruan komitmen bersama untuk melawan perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu