
PWMU.CO – Kaprodi Kebidanan UMMAD yang akan menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Nisa Ardhianingtyas SST Mkes menyampaikan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, butuh kemauan dan kemampuan yang luar biasa dari seorang ibu yang baru saja melahirkan.
“Saya sendiri mengalaminya, betapa usaha memberi ASI eksklusif itu luar biasa harus dilakukan. Waktunya harusnya untuk tidur, tersita untuk memompa ASI. Dan juga jam pemberian ASI tidak bisa diprediksi,” ungkap Nisa Ardhianingtyas.
Apalagi, menurut Nisa, jika ada saudara, tetangga yang menjenguk dan memberi saran agar si ibu memberi susu formula saja kepada bayi yang baru saja dilahirkan, sehingga si ibu bisa istirahat.
“Biasanya saat melahirkan banyak keluarga, tetangga yang datang. Disitu muncullah. ‘kenapa diberi ASI kasih aja susu formula. Kan nanti waktu tidurnya tidak tersita. Saya merasakan sendiri seperti itu yang bikin aduh..,” terang Nisa Ardhianingtyas.
Kisah perjuangan luar biasa seorang ibu untuk mampu memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang baru dilahirkan itu, diungkapkan Nisa Ardhianingtyas saat menjadi nara sumber program dialog Mozaik Indonesia di RRI Madiun, Selasa (17/06/2025).
Dialog Mozaik Indonesia tersebut disiarkan secara langsung melalui youtube dengan tema mengenai Stunting dengan topik Cegah Stunting dengan ASI Eksklusif bersama presenter Prita Audia dan Nindia Aprilia
Selain kemauan dan kemampuan ibu memberi ASI eksklusif kepada bayi yang baru dilahirkan, Nisa Ardhianingtyas mengatakan, faktor pendukung pemberian ASI eksklusif bisa datang dari keluarga.
“Support (dukungan) dari keluarga yang paling penting. Pada masa nifas itu, kita tidak lalui sendiri. Ada suami yang harus dikasih edukasi bahwa istrinya masihdalam masa stress setelah melahirkan harus menyusui, harus begadang. Anggota keluarga juga bisa membantu, mungkin pada saat tidur bisa berganti urus bayi agar psikologisnya baik. Itu penting sekali,” terang Nisa.
Susu formula
Mengenai penggunaan susu formula yang ditanyakan Nindia Aprilia, Nisa Ardhianingtyas menyampaikan, penggunaan susu formula bagi bayi yang baru melahirkan hendaknya atas saran dari dokter.
Menurut Nisa, susu formula memang memiliki kandungan nutrisi lengkap, namun tidak selengkap ASI. Bedanya, memang dengan susu formula, nutrisinya bisa terpenuhi. Tapi nutrisi ASI bisa mudah terserap, bayi bisa kenyang, cepat lagi. Kalau susu formula kenyangnya lama, tidak seperti menyusui ASI.
“Ada beberapa kondisi ibu tidak bisa menyusui atau biasanya hari pertama hari kedua belum keluar ASI. Kalau saran dokter susu formula bisa digunakna, silakan saja,” ujar Nisa.
Cara produksi ASI
Nisa Ardhianingtyas juga ditanya mengenai cara memproduksi ASI oleh ibu yang hamil oleh Prita Audia. Mengenai hal ini, Nisa menerangkan, bisa dilakukan pada saat usia kehamilan ibu mencapai trisemester 3.
Cara memproduksinya bisa dari sayuran hijau seperti daun katuk yang memiliki zar untuk meningkatkan hormon prolaktrin dan oksitosin dimana dua hormon ini berperan penting dalam produksi dan pengeluaran ASI.
“Pada kehamilan trisemester 3 ini sudah keluar ASI sedikit-sedikit . Dan pada saat lahir bayi ada IMD (inisiasi menyusui dini) begitu bayi lahir disusukan ibu hamil Karena harapannya itu pada saat melahirkankan ASI sudah keluar karena sudah diproduksi saat hamil trimester 3.
Nisa Ardhianingtyas menambahkan, selain sayuran hijau ada wortel, kurma, biji-nijian, kacang-kacangan juga suplemen kandungan bernutrisi yang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi ASI. (*)
Penulis Humas UMMAD Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments