Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya)melalui program hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025 resmi memulai kegiatan perdananya di Desa Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat (18/8/20225). Desa pesisir yang terkenal dengan aktivitas nelayan ini menjadi titik awal pelaksanaan rangkaian program pengabdian yang secara khusus menyasar paguyuban keluarga nelayan sebagai mitra utama.
Kegiatan perdana ini mengambil bentuk sosialisasi dan penjajakan program, yang tidak hanya memperkenalkan tujuan dan rencana kegiatan, tetapi juga mengajak masyarakat terlibat aktif sejak tahap awal. Skema pemberdayaan yang diusung difokuskan pada tiga pilar penguatan; pilar ekonomi akan dilakukan melalui pengelolaan dan diversifikasi produk olahan hasil laut untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing.
Selanjutnya di pilar pendidikan akan dilakukan penguatan kapasitas keluarga melalui parenting program yang mendorong pola asuh positif dan mendukung tumbuh kembang anak. Serta pilar hukum melalui edukasi terkait regulasi perikanan dan kelautan, termasuk hak dan perlindungan hukum bagi nelayan.

Achmad Hariri, salah satu anggota tim pengabdian, menjelaskan bahwa ketiga fokus ini dipilih setelah melakukan observasi langsung dan mendengarkan aspirasi warga.
“Kami melihat potensi besar di sektor pengolahan hasil laut Paciran, yang jika dikelola dengan baik bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Namun, potensi ini perlu diiringi dengan penguatan pendidikan keluarga dan pemahaman hukum yang relevan agar nelayan bisa melangkah lebih mantap,” ungkapnya.
Sosialisasi ini disambut hangat oleh para nelayan. Beberapa perwakilan masyarakat mengungkapkan optimisme bahwa program ini akan membawa perubahan positif, baik dari sisi peningkatan pendapatan, perluasan wawasan pendidikan keluarga, maupun perlindungan hukum yang lebih memadai. Di tengah dinamika sektor perikanan dan kelautan yang semakin kompetitif, langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi contoh nyata pemberdayaan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments