
PWMU.CO – DPR Desak Kemendikbudristek Tangani Kasus Kebocoran Data Guru di Banten. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN, Prof Zainuddin Maliki, di Jakarta, Kamis (11/11/2021). Dia menanggapi terjadinya kebocoran data guru di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
“Kemendikbudristek harus segera turun ke Banten memastikan agar kebocoran data guru tidak disalahgunakan,” kata Zainuddin Maliki yang meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) turun ke Banten menangani kasus kebocoran data guru tersebut.
Legislator asal Dapil X Jatim Gresik-Lamongan itu juga mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Banten segera melakukan evaluasi menyeluruh tentang pengelolaan data.
“Pastikan pengelola data pendidikan seperti ini ditangani orang yang bisa dipercaya. Kalau memang sistemnya ada kelemahan segera diperbaiki dan jangan sampai ada korban dan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Zainuddin mengatakan kebocoran ini harus menjadi kasus yang terakhir. “Jangan sampai hal serupa terulang dan jangan sampai terjadi di tempat lain,” pesannya.
Proses secara Hukum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mendorong pihak kepolisian agar memproses kelalaian yang dilakukan oleh oknum petugas Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
“Kalau ada kesengajaan, kasus tersebut harus diperiksa. Kita dari DPR RI minta aparat agar segera melakukan tindakan bahkan memanggil pelaku yang memang ceroboh,” tutur Zainuddin Maliki.
Sebelumnya, Ombudsman Banten juga menilai bocornya data ratusan guru disebabkan karena sumber daya manusia pada Disdikbud Banten yang tidak kompeten. Sebab, kata Ombudsman Banten, pengelolaan data kepegawaian seharusnya bisa dilakukan oleh pegawai yang kompeten.
Mengutip CNN Indonesia saat ini Unit Siber Dirkrimsus Polda Banten tengah menangani kebocoran data pribadi 883 guru di lingkungan Dinas Pendidikan Banten. Data yang bocor melalui situs vboo.pub berupa nama, NIK, alamat, nomor HP, dan nama orangtua. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni





0 Tanggapan
Empty Comments