Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dr M Sholihin Fanani MPSDM: Peperangan Tak Pernah Membawa Kemenangan

Iklan Landscape Smamda
Dr M Sholihin Fanani MPSDM: Peperangan Tak Pernah Membawa Kemenangan
pwmu.co -
Ayat Quran
Wakil Ketua PWM Jatim Dr M. Sholihin

PWMU.CO – Peperangan antara Iran dan Israel menuai keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan tokoh agama di Indonesia. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr M Sholihin Fanani MPSDM.

Dalam pernyataan resminya, Dr M Sholihin menyampaikan keprihatinan atas eskalasi kekerasan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Ia menyoroti bahwa konflik tersebut bermula dari aksi penyerangan oleh Israel terhadap Iran beberapa waktu lalu. Menurutnya, segala bentuk peperangan, siapa pun pelakunya, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Saya merasa sangat prihatin atas terjadinya peperangan ini yang diawali oleh penyerangan pihak Israel kepada Iran. Tentu hal ini tidak boleh terjadi dan tidak boleh dilakukan oleh siapa pun terhadap siapa pun dengan dalih apa pun. Sebab, peperangan pasti akan merugikan semua pihak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr M Sholihin mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera turun tangan melakukan langkah-langkah konkret guna menghentikan konflik. Ia menilai, peran aktif dan cepat dari PBB sangat dibutuhkan agar pertikaian ini tidak semakin meluas dan berujung pada kehancuran yang lebih besar.

“PBB harus bertindak secara cepat dan tepat untuk menghentikan pertikaian ini sebelum semuanya menjadi hancur lebur,” ujar dosen dan aktivis kemanusiaan ini.

Ia juga mengimbau negara-negara anggota PBB agar ikut mendesak organisasi internasional tersebut untuk mengambil tindakan strategis dan diplomatis dalam menyelesaikan konflik. Baginya, tanggung jawab menjaga perdamaian dunia bukan hanya milik PBB, tapi juga seluruh komunitas global.

Tak lupa, ia menyampaikan seruan kepada pemerintah Iran dan Israel untuk menahan diri dan mematuhi peraturan serta kesepakatan internasional terkait perdamaian dunia. Menurutnya, kedua negara harus menunjukkan komitmen untuk tidak menambah korban yang sejatinya adalah warga sipil yang tak berdosa.

“Kedua belah pihak harus mentaati perjanjian yang dibuat dengan mempertimbangkan kerugian materi dan jiwa bagi orang-orang yang tidak bersalah, terutama warga sipil, wanita, dan anak-anak,” ujarnya.

Dr M Sholihin juga mengkritik keras sikap sejumlah pemimpin dunia yang dinilainya kurang menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi konflik. Ia berharap, para pemimpin global dapat menjadi teladan dalam membangun perdamaian, bukan justru menambah bara konflik.

Lebih khusus, ia menyoroti peran negara-negara besar agar tidak bersikap oportunis dengan memperkeruh situasi. “Negara-negara besar seharusnya tidak mempertajam konflik, tapi justru berperan mendamaikan kedua belah pihak agar mau mengakhiri peperangan di meja perundingan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Dr M Sholihin menyerukan solidaritas kemanusiaan dan pentingnya pendekatan damai dalam menyelesaikan konflik global. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah, melalui nilai-nilai Islam berkemajuan, selalu berpihak pada perdamaian dan keadilan universal. (*)

Penulis M Tanwirul Huda Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu